Senator AS Lindsey Graham Meninggal Dunia Akibat Sakit Mendadak

Share

Senator senior Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Lindsey Graham, dilaporkan meninggal dunia dalam usia 71 tahun pada Sabtu (11/7) malam waktu setempat akibat sakit mendadak, seperti dilansir dari Detikcom. Kematian politisi perwakilan negara bagian South Carolina yang dikenal vokal terkait kebijakan luar negeri ini terjadi tepat satu hari setelah dirinya menyelesaikan kunjungan kerja ke Kyiv, Ukraina. Kantor resmi Graham menjelaskan bahwa temuan awal dari pemeriksa medis menunjukkan kematian disebabkan oleh pecahnya aorta pada jantung, meskipun rumor miring yang menuduh keterlibatan Rusia atau Iran sempat beredar luas di media sosial.

Presiden Donald Trump menyampaikan belasungkawa mendalam atas berpulangnya sang senator yang merupakan sekutu dekatnya di Washington DC.

"patriot Amerika sejati" kata Donald Trump, Presiden AS. Trump menambahkan bahwa dirinya sempat berkomunikasi melalui telepon dengan Graham beberapa jam sebelum wafat.

"terdengar baik-baik saja" kata Donald Trump, Presiden AS. Pihak berwenang dari biro investigasi federal juga diturunkan untuk memastikan penyebab kematian dan mengantisipasi spekulasi yang berkembang di masyarakat.

"membantu otoritas lokal dan mengerahkan segala sumber daya yang diperlukan" kata Kash Patel, Direktur FBI. Di sisi lain, kepergian Graham juga memicu berbagai reaksi keras dan tuntutan investigasi menyeluruh dari para aktivis serta figur publik di Amerika Serikat. "Kemarin, Lindsey Graham berada di Ukraina… dan menyerukan sanksi tambahan terhadap Rusia, serta menjanjikan peningkatan dukungan AS bagi Ukraina.

Sehari kemudian, Lindsey Graham meninggal dunia. Harus ada penyelidikan!" kata Laure Loomer, aktivis sayap kanan AS.

Gelombang spekulasi mengenai keterlibatan pihak asing terus diembuskan oleh para pembuat konten digital yang mengaitkan insiden serangan militer di lokasi yang sempat dikunjungi Graham.

"Graham meninjau pabrik drone di Ukraina kemarin. Hari ini, Rusia meledakkan fasilitas tersebut. Kemudian, malam ini, diumumkan bahwa Graham meninggal dunia akibat 'penyakit mendadak'.

Tidak ada rincian lebih lanjut. Menurut saya, ada kemungkinan cukup besar bahwa Rusia-lah yang meledakkan Lindsey Graham," kata Clint Russell, podcaster MAGA. Kecurigaan ini diperkuat oleh klaim mengenai adanya ancaman fisik yang sebelumnya pernah diarahkan kepada Graham oleh kelompok militer luar negeri.

"IRGC mengancam akan membunuh Senator Lindsey Graham lima hari lalu. Perlu ada penyelidikan menyeluruh atas kematiannya," kata Kyle Jane Kremer, mantan produser Fox News.

Hingga saat ini, otoritas resmi Amerika Serikat menegaskan tidak menemukan bukti adanya unsur kesengajaan atau tindak kejahatan, dan mencatat bahwa Graham memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarganya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author