by

Sementara 131 Tersangka, Kemungkinan Bertambah Lagi

Sejauh ini baru 131 orang sebagai tersangka perusakan dalam unjuk rasa penolakan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja yang berujung ricuh pada 8 dan 13 Oktober 2020. Muncul kemungkinan jumlah tersangka bertambah sejalan dengan proses pendalaman yang berlangsung.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana mengatakan para tersangka diduga berkaitan dengan perusakan gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), perusakan mobil, hingga vandalisme.

Baca Juga  Ada Skenario ”Jahat” di Balik Munculnya Nama Hatta Ali

”Dari 131 tersangka, sebanyak 69 tersangka dilakukan penahanan,” kata Nana di Jakarta, Selasa (20/10).

Menurut dia, sebagian besar tersangka merupakan pelajar sekolah, sedangkan sisanya terdiri dari mahasiswa dan pengangguran.

Polisi menjerat mereka dengan Pasal 212, dan atau Pasal 218, dan atau Pasal 170, dan Pasal 406 dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Baca Juga  Penggerak Aksi Pelajar Akhirnya Diringkus

Nana menuturkan akan menyelidiki orang-orang yang menggerakkan para pelajar untuk berunjuk rasa.

Gelombang unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja muncul seusai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan omnibus law ini pada 5 Oktober 2020.

UU Cipta Kerja mengubah 79 undang-undang, di antaranya UU Ketenagakerjaan, UU Tata Ruang, dan UU Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Baca Juga  Buru Donatur, 1.377 Orang Ditangkap

Salah satu yang menuai kontroversi adalah klaster ketenagakerjaan yang dianggap mengancam hak-hak pekerja. (man/tap)

Baca Juga