by

Sembilan Juta Warga Dites Massal

Pihak berwenang di Qingdao, China, akan melakukan pengetesan Covid-19 terhadap seluruh sembilan juta populasinya dalam waktu lima hari setelah ditemukan kasus Covid-19 di kota itu.

”Pengetesan massal itu dilakukan setelah ada laporan 12 kasus baru, melibatkan sebuah rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 yang datang dari luar negeri,” terang situs Qingdao dalam penjelasannya Selasa (13/10) yang dikutip CNN.

Ini untuk kedua kalinya China melakukan pengetesan secara massal. Sebelumnya, pada Mei lalu, China melakukan pengetesan pada 11 juta warga Wuhan yang kala itu menjadi episentrum pandemi global.

Secara umum, negara itu mampu mengontrol pandemi vrius corona. Mungkinkah China mengetes virus corona 11 juta orang dalam 10 hari saja?

Hal itu sangat kontras dengan bagian lain di dunia, di mana masih ada jumlah kasus yang tinggi dan penerapan karantina wilayah dengan tingkat pengetatan yang berbeda-beda.

Baca Juga  Polri Dituntut Transparan Soal Penangkapan Munarman

Demikian halnya dengan jumlah dan jangka waktu pengetesan massal, kontras dengan apa yang terjadi di negara-negara lain, misalnya, di Indonesia, hingga Selasa (13/10) dini hari tercatat baru 2.338.550 orang menjalani tes selama enam bulan pandemi, menurut data pemerintah Indonesia.

Dalam pernyataan yang diunggah di situs media sosial China, Weibo, komisi kesehatan Qingdao mengatakan enam kasus dan enam kasus tanpa gejala telah terindentifikasi.

Semua kasus itu terkait dengan rumah sakit yang sama, menurut Global Times. Otoritas China sekarang memiliki strategi pengujian massal bahkan ketika klaster virus corona baru tampaknya relatif kecil, kata koresponden.

Pengetesan di seluruh kota

Komisi kesehatan Qindao menambahkan bahwa program pengetesan seluruh kota telah diluncurkan, dengan lima distrik akan dites selama tiga hari. Sementara pengetesan seluruh kota akan selesai dalam waktu lima hari.

Baca Juga  Tak Mau Kalah dengan RI, Malaysia Dirikan Komite Strategis

Sejumlah 114.862 orang termasuk staf medis dan pasien yang baru saja dirawat di rumah sakit telah dinyatakan negatif Covid-19, menurut komisi itu.

Video yang didistribusikan secara daring memperlihatkan warga mengantri untuk dites hingga malam hari pada Minggu (11/10), menurut Global Times, menambahkan bahwa titik-titik pengetesan beroperasi sejak 07.00 hingga 23.00 waktu setempat.

Kasus baru yang terkonfirmasi di kota itu muncul sepekan setelah masa liburan Pekan Emas di China, dengan jutaan warga China bepergian ke penjuru negeri.

Laporan Global Times, yang mengutip biro kebudayaan dan pariwisata Qingdao, mengatakan bahwa kota itu kedatangan 4,47 juta wisatawan pada periode liburan itu.

Kota tetangga Jinan, yang berada di provinsi yang sama dengan Qingdao, menyerukan kepada siapa pun yang berkunjung ke kota itu sejak 23 September akan menjalani tes Covid-19, menurut laporan The Paper.

Baca Juga  Bang Ipul Janji Pendidikan Daring Dinikmati Siswa Seluruh Lamtim

Awal bulan ini, Qingdao mengumumkan bahwa dua pekerja di pelabuhan kota itu yang menangani produk laut impor dinyatakan positif Covid-19. Bagaimanapun, tidak diketahui apakah kasus itu telah menulari warga yang lain.

Jumlah infeksi virus corona harian telah menurun secara drastis di China, dan sebagian besar bagian negara itu tampak telah pulih dari pandemi.

Hingga saat ini, ada 85.578 kasus virus corona di China, dengan 4.634 orang meninggal dunia. Awal tahun ini, China telah menuntaskan program pengetesan di Wuhan, dengan 11 juta orang telah menjalani tes dalam waktu 10 hari.

Bagaimanapun Pemeriksa Fakta yang ada memperkirakan bahwa angka pengetesan yang mendekati sembilan juta selama 10 hari masih merupakan jumlah yang signifikan. Ratusan pusat pengujian dibuka, dengan ribuan staf pengujian terlibat. (man/tap)

Baca Juga