oleh

Semangat Mudik Hari Terakhir Pembatasan

Kepadatan arus-mudik di hari terakhir penutupan transportasi laut di Pelabuhan Merak, Banten menuju Bakauheni, Lampung Kamis (6/5/2021) begitu terasa.

Pemudik yang bisanya menggunakan pelayanan penyeberangan dermaga eksekutif, terpaksa beralih ke pelayanan reguler. Penumpang pun harus membayar fasilitas yang digunakan dengan harga bervariatif.

“Tiket pemesanan sudah ful menjelang satu hari saya ingin membeli tiket via aplikasi. Terpaksa kita pakai yang reguler. Kondisi kapal, fasilitasnya ya begini. Lambat dan sesak. Tidak nyaman,” keluh Anggarita Fashub, pria asal Kalirejo, Lampung Tengah.

Senada disampaikan, Zulfahri Subhan. Pria asal Kauman, Kota Metro yang menetap di Bogor ini terpaksa mudik lebih awal untuk menghindari batas akhir penutupan.

Baca Juga  Kemendag Dorong Digitalisasi Pasar Tradisional

“Hari ini, hari terakhir. Alhamdulillah bisa nyebrang. Selamat bisa lebaran di kampung. Ya tak apalah ambil pelayanan kapal reguler. Bigini ya kondisinya. Dua tahun saya tak pulang mas, karena tahun kemarin tidak mudik juga karena adamya larangan,” tutur pria dengan logat Jawa-nya yang khas itu.

Sementar itu, pihak PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni Lampung mencatat sebanyak 38.414 pemudik turun di tempat itu dari Pelabuhan Merak Banten menjelang pelarangan mudik mulai Kamis (5/6).

Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni Lampung, Syaifullahil Maslul, mengatakan dari 38.414 penumpang itu, sebanyak 35.758 orang merupakan penumpang dalam kendaraan, baik roda dua, empat dan bus.

“Kalau untuk pemudik pejalan kaki, kami mencatat sebanyak 2.656 orang yang turun di Pelabuhan Bakauheni,” jelasnya.

Baca Juga  Hari Batik Nasional di Masa Pandemi

Dua hari menjelang pelarangan mudik Lebaran 2021, memang terjadi peningkatan penumpang dibandingkan hari-hari sebelumnya meski hal itu masih tergolong normal.

Pada Sabtu (1/5) jumlah pemudik yang turun di Pelabuhan Bakauheni, baik pejalan kaki maupun dalam kendaraan, berjumlah 38.201 orang, dengan rincian penumpang dalam kendaran berjumlah 35.901 dan pejalan kaki 2.300.

Kemudian, Minggu (2/5) pemudik yang tiba di Bakauheni sebanyak 34.338 dimana 32.072 merupakan penumpang dalam kendaraan dan 2.266 lainnya pejalan kaki, pada Senin (3/4) tercatat 37, 327 dengan penumpang dalam kendaraan berjumlah 34.989 dan 2.248 merupakan pejalan kaki.

Sedangkan pemudik yang berangkat dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak mengalami penurunan dibandingkan hari-hari sebelumnya ,yakni sebanyak 17.376 terbagi dari pejalan kaki 716 dan dalam kendaraan 16.660.

Baca Juga  Presiden Jokowi Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2020

Sebelumnya, pada Sabtu (1/5), jumlah penumpang yang naik dari Bakauheni ke Merak mencapai 21.429 orang, kemudian Minggu sebanyak 24.618 pemudik, dan Senin terdapat 22.203 penumpang.

Mudik merupakan tradisi setiap tahun. Sulit rasanya untuk tidak singgah ke kampung halaman meski hanya beberapa hari. Kondisi COVID-19 yang terus menjadi ancaman, menjadikan pemerintah mengambil langkah untuk melakukan pembatasan.

Semoga selamat sampai tujuan bagi yang sudah singgah di kampung halaman. Keluarga adalah bekal energi membangun kemandirian di negeri seberang. (ful)

Baca Juga