Sekolah Vokasi Unpad Mengkaji Pembukaan Prodi Baru Bidang Industri
Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran (SV Unpad) tengah melakukan kajian mendalam mengenai kebutuhan program studi (prodi) baru. Langkah ini diambil usai selesainya pengumuman hasil UTBK SNBT 2026, seperti dilansir dari Detikcom.
Kajian tersebut difokuskan pada prodi yang relevan dengan kebutuhan dunia industri masa kini. Beberapa bidang yang dipertimbangkan meliputi Artificial Intelligence (AI), Cyber Security, Industri Kesehatan, serta prodi lain yang memiliki potensi serapan kerja tinggi di masa depan.
Dekan SV Unpad Dr. Kurniawan Saefullah menilai bahwa calon mahasiswa beserta orang tua kini cenderung lebih realistis dalam menentukan pilihan prodi. Ia juga mendorong publik untuk lebih memahami pentingnya sekolah vokasi dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja.
"Komposisi kurikulum sekolah vokasi didominasi praktikum, laboratorium, teaching factory, magang, serta project based learning. Calon mahasiswa sekarang jauh lebih peduli dan teliti saat mereka mendaftar, mereka umumnya melakukan riset mandiri sebelum mengambil pilihan dalam mendaftar," ujar Dr. Kurniawan dalam laman Unpad dikutip Minggu (1/6/2026).
Dr. Kurniawan menjelaskan bahwa para mahasiswa perlu melihat peluang magang di industri, potensi membangun jaringan, hingga perpaduan kemampuan hard skills dan soft skills selama masa perkuliahan.
"Proyeksikan diri kalian ke lembaga atau industri yang akan kalian dambakan saat lulus nanti," ujarnya.
Data internal menunjukkan bahwa lulusan SV Unpad memiliki daya serap yang tinggi di dunia kerja. Dr. Kurniawan memaparkan bahwa alumni lulusan tahun 2022-2024 hanya memerlukan waktu tunggu paling lama 6 bulan untuk memperoleh pekerjaan.
"Aspek keterserapan ini tercatat sangat baik di beberapa program studi spesifik yang telah meluluskan alumninya."
"Sebagai contoh, dari isian tracer study alumni Kearsipan Digital yang lulus antara 2022-2024, 100% telah terserap di dunia kerja paling lama 6 bulan setelah lulus. Untuk prodi Manajemen Produksi Media, keterserapannya mencapai 93% dalam 6 bulan setelah lulus," ujarnya.
Bahkan, mahasiswa yang menempuh pendidikan di prodi Bahasa dan Budaya Tiongkok dilaporkan sudah banyak diminta oleh pihak pengguna sejak mereka masih menjalani masa magang.
"Namun perlu digarisbawahi, data keterserapan tersebut didasarkan pada rata-rata lulusan sehingga tidak berarti tidak ada lulusan yang belum atau tidak terserap," katanya.
Tingkat Keketatan Seleksi
Persaingan untuk masuk ke SV Unpad melalui jalur UTBK SNBT 2026 terpantau sangat ketat, terutama pada dua program studi dengan jumlah peminat ribuan namun daya tampung sangat terbatas.
Program Studi Kebidanan mencatatkan jumlah peminat sebanyak 1.782 orang, sementara kuota yang diterima hanya 15 orang, sehingga angka keketatannya berada di 0,84%.
Sementara itu, Program Studi Administrasi Pemerintahan memiliki jumlah peminat mencapai 2.046 orang dengan kuota yang diterima sebanyak 22 orang, menghasilkan angka keketatan sebesar 1,08%.