Sekolah Swasta di Pondok Pinang Terapkan PJJ Usai Temuan Senjata

Share

Sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, memberlakukan pembelajaran jarak jauh selama sepekan mulai Senin usai ditemukannya 996 senjata di area sekolah, Minggu (9/8/2026), seperti dilansir dari Detikcom.

Pihak yayasan mengambil langkah pembelajaran daring demi menjamin keamanan para siswa selama proses penanganan berlangsung.

"Kita semua sebenarnya memiliki concern bahwa untuk menjamin keamanan bagi anak-anak, sementara waktu sekolah itu di-PJJ atau pendidikan jarak jauh," kata salah satu pengacara yayasan sekolah, Alvon Kurnia Parma.

Pihak sekolah mendorong kepolisian untuk segera melakukan proses sterilisasi di seluruh area yang dinilai rawan demi memulihkan kondisi.

"Seiring dengan ini sebenarnya ya, seiring dengan ini kami sangat mendorong, sangat mendorong agar aparat kepolisian itu untuk segera bisa melakukan sterilisasi kepada tempat-tempat yang mungkin kami tidak ketahui," ucap Alvon Kurnia Parma.

Langkah koordinasi juga dilakukan dengan lembaga perlindungan anak guna menindaklanjuti dampak penemuan senjata tersebut.

"Jadi ke KPAI rencananya adalah besok pada hari Senin jam 10.00 WIB kami sudah ada komunikasi dengan KPAI untuk berada di sana, dan kami terima kasih seperti tadi sudah disampaikan mendapat respon yang sangat positif," ujar kuasa hukum lainnya, Annisa Ismail.

Di sisi lain, kepemilikan 995 pucuk airsoft gun tersebut diklaim merupakan milik PT Lokta Karya Perbakin yang disimpan untuk rencana kegiatan ekstrakurikuler menembak sejak 2020.

"Mereka (pihak kepolisian) juga bertanya dan kami kasih lihat. Ini akan kita gelar juga di Polres izin-izin tersebut," kata Alhadid Endar Putra, kuasa IWD sekaligus Dirut PT Lokta Karya Perbakin.

Pihak pemilik senjata menyatakan bahwa pengurus yayasan sebenarnya telah mengetahui keberadaan dan perizinan dokumen senjata di gudang tersebut.

"Saya juga tidak tahu tiba-tiba meledak, mereka seakan-akan baru tahu. Mereka tahu juga sudah ada izinnya," ungkap Alhadid Endar Putra.

Munculnya persoalan ini ke publik diduga dipicu oleh dinamika internal kepengurusan yayasan yang tengah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.

"Ternyata saya ulik ada konflik di yayasan itu. Ini mengenai pembina Bu N sudah menjadi pembina sudah menduduki fisik dari April 2026. Jadi 5 bulan itu menduduki di sana, sebelum dia menduduki itu dia memberhentikan pembina lain," jelas Alhadid Endar Putra.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author