Ferri Nuzarli Mundur dari Jabatan Sekretaris Jenderal Partai Buruh

Share

Sekretaris Jenderal Partai Buruh Ferri Nuzarli resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Jumat, 26 Juni 2026, akibat adanya perbedaan pandangan dan arah perjuangan yang semakin mendasar dengan kebijakan partai parpol tersebut. Keputusan pengunduran diri yang diumumkan dalam konferensi pers di Hotel Ambhara, Jakarta, tersebut turut diikuti oleh sekitar 1,3 juta anggota dan pengurus Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) di seluruh Indonesia. ORI merupakan sayap politik Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pimpinan Andi Gani yang menjadi salah satu dari 11 organisasi inisiator pendirian parpol ini pada Oktober 2021.

Penyebab mundurnya jajaran pengurus ini berakar dari persoalan internal yang berkepanjangan di dalam tubuh parpol dan tidak berhasil diselesaikan secara kekeluargaan.

Dampak dari mundurnya elemen ini langsung meluas ke daerah, salah satunya ditandai dengan mundurnya Ketua Exco Partai Buruh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Irsad Ade Irawan beserta seluruh pengurus tingkat provinsi hingga kecamatan pada Sabtu, 27 Juni 2026. Selain itu, basis massa buruh pabrik, petani pedesaan, serta Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DIY juga kompak menarik dukungan mereka dari parpol tersebut.

Mantan Sekretaris Jenderal Partai Buruh Ferri Nuzarli memaparkan alasan serta mekanisme administratif dari keputusan besar yang diambil oleh organisasinya. "Keputusan ini bukan hal yang mudah. Namun setelah berbagai pertimbangan dan evaluasi, kami melihat sudah ada perbedaan pandangan, sikap, serta arah perjuangan yang semakin mendasar," ujar Ferri dalam konferensi pers Jumat kemarin dikutip dari Antara.

Ferri menambahkan bahwa seluruh anggota organisasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia telah sepakat untuk menarik diri secara total dari kepesertaan parpol. "Dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, ORI yang beranggotakan sekitar 1,3 juta orang memutuskan mulai Jumat mengundurkan diri," katanya. Guna menyelesaikan proses ini secara formal, instruksi langsung diberikan kepada seluruh kader yang menduduki jabatan struktural di parpol untuk segera menyerahkan berkas resmi.

"Hari ini kami instruksikan seluruh jajaran ORI dan KSPSI Andi Gani yang menjadi pengurus Partai Buruh untuk segera membuat surat pengunduran diri sebagai syarat administrasi," ujarnya.

Ferri mengibaratkan kondisi internal parpol seperti sebuah bahtera rumah tangga yang didera konflik terus-menerus tanpa ada jalan keluar yang konkret. "Masalah internal sebenarnya sudah lama kami coba selesaikan secara kekeluargaan, tetapi persoalannya terus bertambah hingga akhirnya, berdasarkan evaluasi dan masukan dari seluruh daerah, kami memutuskan cukup sampai di sini," katanya. Terkait dengan seberapa besar dampak hilangnya basis massa ORI terhadap kekuatan parpol, Ferri menyebutkan bahwa porsinya sangat signifikan bagi eksistensi partai.

"Kalau ditanya berapa persen pengaruhnya, ya otomatis separuhnya," ujar Ferri.

Pihak internal organisasi juga menegaskan kembali komitmen awal mereka saat pertama kali membidani kelahiran wadah politik bagi kaum pekerja tersebut. “Mulai hari ini, Jumat 26 Juni 2026, kami memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai salah satu organisasi inisiator Partai Buruh,” ujar Ferri dalam pernyataannya.

Meskipun terjadi keretakan ideologis, langkah perpisahan ini diklaim tetap berjalan tanpa ada perselisihan personal antar-anggota. “Ini bukan keputusan yang diambil secara mendadak. Kami telah melakukan evaluasi secara matang dan menilai terdapat perbedaan yang semakin mendasar dalam cara pandang maupun arah perjuangan,” tegasnya.

Ia juga mendoakan agar parpol yang ditinggalkannya dapat terus berjalan dengan baik dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat luas. “Kami tetap menjaga hubungan persaudaraan dan semangat perjuangan untuk kepentingan kaum pekerja, buruh, dan rakyat Indonesia,” lanjutnya. Rangkaian ucapan terima kasih dan harapan baik disampaikan sebagai penutup dari pernyataan resmi pihak organisasi sayap politik tersebut.

“Kami mendoakan seluruh jajaran Partai Buruh sukses dalam perjuangannya membela buruh dan rakyat Indonesia. Demikian pernyataan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan pengertiannya, kami ucapkan terima kasih,” tutup Ferri.

Di sisi lain, mantan Ketua Partai Buruh DIY Irsad Ade Irawan menjelaskan landasan keputusan pengunduran diri massal di wilayahnya melalui sebuah siaran pers tertulis. "Sehubungan dengan keluarnya salah satu inisiator terbesar pendirian kembali Partai Buruh, yaitu ORI (Organisasi Rakyat Indonesia)-Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN, maka bersama ini saya, Irsad Ade Irawan, menyatakan berhenti dari jabatan Ketua Partai Buruh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)," kata Irsad dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/6/2026). Irsad menekankan bahwa langkah pengosongan struktur kepengurusan ini didukung penuh secara kolektif oleh seluruh tingkatan dewan eksekutif daerah.

"Keputusan ini diikuti oleh seluruh jajaran pengurus Partai Buruh di DIY, mulai dari Exco Provinsi, Exco Kabupaten/Kota, hingga Exco Kecamatan," tandasnya.

Gelombang pamit ini tidak hanya melanda para fungsionaris partai, melainkan berimbas langsung pada hilangnya tumpuan suara dari sektor riil. "Selain itu, buruh di berbagai pabrik serta petani di pedesaan yang selama ini menjadi bagian dari basis dukungan Partai Buruh di DIY juga menyatakan keluar dari Partai Buruh," tegasnya.

Pernyataan tersebut diakhiri dengan penegasan posisi salah satu aliansi buruh terbesar di Yogyakarta yang kini resmi memutus hubungan kemitraan parpol. "Bersamaan dengan itu, Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DIY menarik dukungannya terhadap Partai Buruh. Dengan demikian, Partai Buruh tidak lagi menjadi bagian dari MPBI DIY," ujarnya.

Merespons dinamika politik tersebut, Presiden Partai Buruh Said Iqbal memberikan tanggapan santai dan menilai dinamika tersebut sebagai hal lumrah dalam organisasi parpol. "Di partai buruh, ini hal yang biasa saja dan bukan yang pertama kali ada pengurus yang mengundurkan diri," kata Said, kepada Kompas.com, Jumat (26/6/2026). Said Iqbal menyatakan tetap menghargai pilihan hak politik yang diambil oleh mantan mitranya beserta jajaran anggota ORI.

"Kita menghormati keputusan tersebut," ujar dia.

Melalui pesan singkat, Said Iqbal menegaskan bahwa roda organisasi parpol akan terus berjalan demi menyongsong agenda politik dan tahapan pemilu ke depan. "Hari Senin, 29 Juni 2026 kami akan mengadakan pelantikan pengurus di tingkat pusat dan daerah, jadi Partai Buruh dipastikan tetap solid dan terpengaruh pengunduran diri siapa pun," kata Said melalui pesan WhatsApp pada Sabtu, 27 Juni 2026. Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh ini juga memilih menolak untuk merespons klaim sepihak mengenai jumlah massa yang mundur.

"Soal klaim sahabat saya, saya tidak ada komentar, apalagi tentang 1,3 juta orang tersebut," ujar Said Iqbal.

Pelantikan pengurus baru di 38 provinsi serta 493 kabupaten/kota pada Senin pekan depan disiapkan sebagai langkah taktis parpol menghadapi verifikasi faktual KPU pada 2027.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author