Sekda Banten Tegur Kepala Dinas Kesehatan Terkait Komunikasi Media
Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Deden Apriandhi akan memberikan teguran kepada Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten Ati Pramudji Hastuti setelah reaksi pejabat tersebut saat ditanyakan mengenai temuan BPK RI viral di media sosial, Jumat (10/7/2026).
Sikap peneguran ini diambil Pemprov Banten demi memperbaiki hubungan komunikasi dengan pihak luar, seperti dilansir dari Detikcom. Langkah evaluasi juga disiapkan terhadap kelalaian pengguna anggaran di organisasi perangkat daerah tersebut.
"Kita tidak bisa menjustifikasi itu salah atau benar. Tapi yang pasti saya selaku Sekda akan menegur yang bersangkutan agar bisa lebih memperbaiki kualitas komunikasi dengan teman-teman media dan juga dengan yang lainnya," tutur Deden kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).
Deden menegaskan bahwa pemerintah daerah selalu memegang komitmen terhadap keterbukaan informasi kepada masyarakat. Transparansi ini diklaim sudah berjalan sejak awal penyusunan program kerja.
"Begitu juga untuk pengadaan. Semua sudah by design oleh pemerintah pusat, sehingga sangat bisa dilihat oleh masyarakat," ujarnya.
Terkait temuan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI, Deden mengonfirmasi adanya unsur kelalaian dari pengguna anggaran. Dia menyatakan bahwa langkah perbaikan performa akan dilakukan secara menyeluruh.
"Tapi ini menjadi cacatan bagi Pemprov Banten untuk mengevaluasi seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah), bukan hanya Dinas Kesehatan," kata Deden.
Catatan khusus dari hasil pemeriksaan institusi tersebut akan ditujukan kepada jajaran instansi yang dinilai belum melakukan perbaikan secara konsisten.
"Terutama bagi OPD yang temuannya berulang," imbuhnya.
Deden menambahkan bahwa data mengenai Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Banten dipastikan dapat diakses oleh khalayak luas tanpa ada batasan informasi.
"Jadi kita semua bisa melototi. Kan contoh kayak kemarin temuan BPK, itu tidak ada yang disembunyikan. Temuannya itu di A, B, C, D gitu, itu bisa dilihat.
Dan kita juga bisa melihat apakah temuan itu sudah diselesaikan atau belum. Jadi kita tidak main umpet-umpetan dengan masyarakat untuk program-program yang dilaksanakan atau direncanakan," pungkasnya.