Sejoli WNA Kabur Tanpa Bayar Salon di Canggu Polisi Turun Tangan
Aksi tidak terpuji kembali dilakukan oleh wisatawan asing di Bali. Pasangan Warga Negara Asing (WNA) nekat melarikan diri tanpa membayar biaya perawatan salon di kawasan Desa Canggu, Kuta Utara, Badung, dilansir dari Detik Travel.
Insiden tersebut terekam dalam video yang diunggah oleh pengelola salon dan viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (11/8) sekitar pukul 19.00 WITA, ketika pasangan turis tersebut menolak mematuhi aturan batas waktu keanggotaan (membership) yang berlaku.
Perselisihan bermula saat pria dan wanita asing tersebut mendatangi salon mendekati jam tutup operasional. Meski masa berlaku keanggotaan mereka telah berakhir, kedua WNA itu tetap menuntut untuk diberikan layanan perawatan pada malam hari.
Demi mencegah keributan, pihak manajemen salon akhirnya menyetujui permintaan tersebut. Pemilik tempat usaha memberikan layanan pijat hingga selesai dengan syarat para pelaku tetap membayar jasa layanan yang diberikan.
Namun, setelah selesai menikmati perawatan, pasangan tersebut justru enggan menyelesaikan kewajiban pembayaran. Pertengkaran mulut pun tidak terhindarkan ketika dua staf salon, Daniel dan Ansel, berusaha menahan mereka di pinggir jalan depan lokasi usaha.
Pria perekam video yang merupakan staf salon terdengar berulang kali memberikan teguran tegas kepada kedua WNA itu. Ia memperingatkan bahwa syarat dan ketentuan layanan sudah dijelaskan sejak awal sebelum perawatan dimulai.
"Tidak tidak, Anda belum bayar. Maaf, Anda belum bayar. Anda sudah membaca syarat dan ketentuan, tapi sekarang Anda malah komplain," ujar pria perekam video tersebut.
Meski telah diperingatkan dan diancam akan dilaporkan ke pihak berwajib, pasangan turis tersebut memilih untuk tidak memedulikannya. Pria WNA berkulit hitam tersebut langsung menaiki sepeda motor matik dan mengajak rekan wanita berkulit putih untuk segera mengendarai kendaraan bersama.
"Tidak, bukan begitu caranya, maaf. Saya akan melaporkan Anda ke polisi. Anda belum bayar, saya merekam ini. Maaf," sambung staf dalam video tersebut.
Sambil menancap gas, kedua WNA itu melaju kencang meninggalkan lokasi untuk menghindari tagihan serta ancaman laporan hukum. Unggahan mengenai rekaman tersebut kemudian memicu kemarahan warganet yang mendesak aparat agar mengambil tindakan tegas hingga deportasi.
Aparat kepolisian langsung bergerak cepat menindaklanjuti rekaman video yang telah beredar luas di tengah masyarakat. Personel jajaran Polsek Kuta Utara segera mendatangi lokasi kejadian guna mengumpulkan keterangan dan bukti awal.
PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti mengonfirmasi bahwa kepolisian sedang melacak identitas kendaraan yang digunakan oleh para terduga pelaku saat melarikan diri.
"Pelaku ini sebenarnya tercatat sebagai anggota salon dan ngotot minta dilayani pada malam hari. Pemilik salon akhirnya menyetujui agar tidak terjadi keributan, dengan syarat pelaku harus tetap membayar jasa layanan," ujar Ayu.
Ayu menjelaskan bahwa pengelola salon sempat merekam aksi tersebut serta mengancam akan melapor ke pihak Kepolisian dan Imigrasi. Namun, imbauan itu diabaikan oleh kedua pelaku yang memilih langsung melarikan diri dari tempat kejadian perkara.
"Usai perawatan selesai, pelaku malah menolak bayar dan diabaikan saat ditahan oleh staf. Pemilik salon sempat merekam tindakan itu dan mengancam melaporkan ke Imigrasi serta kepolisian, tapi pelaku tetap kabur," imbuh Ayu.
Saat ini, jajaran Polres Badung masih terus melakukan pencarian terhadap keberadaan pasangan turis asing tersebut di lapangan. Pihak kepolisian juga mengimbau para pemilik usaha di Bali untuk selalu menegaskan aturan berlaku dan segera menghubungi layanan panggilan darurat 110 jika menemukan kejadian serupa.
"Upaya pencarian terhadap kedua pelaku masih terus dilakukan oleh personel di lapangan. Kami mengimbau agar pemilik usaha selalu mengingatkan aturan yang berlaku kepada setiap pelanggan," pungkasnya.