Sejarawan Protes Rencana Sony Hentikan Produksi Game Fisik PlayStation

Share

Rencana Sony untuk menghentikan produksi game fisik PlayStation (PS) mulai tahun 2028 memicu gelombang protes. Kebijakan migrasi penuh ke format digital ini menuai kritik tajam dari kalangan gamer hingga sejarawan video game. Seperti dilansir dari Gamebrott, organisasi pelestarian industri Video Game History Foundation (VGHF) menyampaikan kekecewaan mereka secara resmi melalui akun media sosial Bluesky.

VGHF menyoroti dampak negatif hilangnya media fisik terhadap upaya menjaga sejarah video game di masa depan. VGHF mempertanyakan komitmen para pemilik platform dalam mempertahankan aksesibilitas produk mereka jika format fisik ditiadakan sepenuhnya. Lembaga ini mendesak asosiasi terkait seperti Entertainment Software Association untuk segera merumuskan solusi konkret bagi museum dan lembaga pengarsipan.

Akses jangka panjang untuk kebutuhan penelitian menjadi kekhawatiran utama para sejarawan. VGHF menegaskan bahwa meminta pihak museum mengunduh salinan digital, seperti Grand Theft Auto (GTA) VI, bukanlah metode pelestarian yang andal untuk jangka waktu 50 tahun ke depan.

Kondisi ini mendorong sejumlah pihak di industri untuk mulai mencari alternatif penyelamatan karya digital. Salah satunya adalah Lost in Cult yang menyatakan kesedihan mendalam atas keputusan Sony dan berkomitmen mengambil tindakan nyata demi menjaga eksistensi game. Di sisi lain, platform distribusi digital GOG turut memberikan jaminan terkait hak kepemilikan konsumen. GOG menegaskan bahwa produk yang sudah dibeli oleh gamer tidak akan hilang dari pustaka pribadi, meskipun game tersebut nantinya dihapus dari halaman utama platform.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author