SBY Art Community Gelar Pameran Seni Lukis Kolaboratif di TIM

Share

SBY Art Community menggelar pameran seni lukis kolaboratif bertajuk "Art for Peace and a Better Future: Collaboration" di Galeri Emiria Soenassa dan Oesman Effendi, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (18/8/2026). Eksibisi yang berlangsung hingga 30 Agustus 2026 ini menghadirkan 152 karya dari 48 seniman lintas daerah, pelukis Jerman, serta anak-anak berkebutuhan khusus guna memperingati HUT ke-81 RI dan Hari Jadi Jakarta.

Ajang tersebut menjadi ruang inklusif yang menyuarakan pesan perdamaian, kemanusiaan, dan kelestarian lingkungan di tengah gejolak geopolitik global. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hadir langsung membuka pameran seni tersebut.

Dalam sambutannya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa pembangunan kota Jakarta membutuhkan kolaborasi lintas pihak, termasuk partai politik.

"Karena bagaimanapun Jakarta memerlukan support, dukungan. Termasuk tentunya dari partai yang dibimbing oleh Mas AHY," kata Pramono.

Pramono menyebutkan tidak ada satu pihak pun yang bisa bekerja sendirian dalam mengelola kota metropolitan ini.

"Tidak bisa orang merasa menjadi jagoan sendiri di Jakarta. Tidak ada," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dirinya selalu melibatkan berbagai elemen tanpa membedakan latar belakang partai saat meninjau lapangan.

"Saya kalau turun ke lapangan, mungkin kalau ada operaksinya Mas AHY, selalu saya ajak turun ke lapangan. Tidak pernah saya membedakan dari partai A, B, C, D," kata Pramono.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengedepankan kerja sama untuk menyelesaikan berbagai permasalahan kota secara langsung.

"Saya bilang kalau saya turun ke lapangan adalah bersama-sama dengan semuanya. Semuanya untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di lapangan," ujarnya.

Sementara itu, Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mewakili Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjelaskan absennya Presiden ke-6 RI tersebut dalam acara pembukaan.

"Malam hari ini berbahagia kita bisa hadir di acara eksibisi pameran lukisan yang digagas oleh SBY Art Community. Ini sebuah pameran yang mengangkat tema Art for Peace and a Better Future dengan semangat collaboration," kata AHY.

Ia menyampaikan bahwa SBY belum bisa hadir secara fisik karena agenda medis di luar negeri.

"Pak SBY yang saat ini memang berhalangan hadir karena masih berada di AS untuk menjalani pemeriksaan kesehatan," imbuhnya.

AHY menekankan pentingnya pesan perdamaian yang diusung oleh para seniman dalam pameran tersebut.

"Dunia yang saat ini bergejolak penuh ketegangan geopolitik bahkan perang di berbagai kawasan di dunia tentunya berdampak langsung dan tidak langsung terhadap bangsa-bangsa sedunia termasuk Indonesia. Nah SBY Art Community ini ingin menghadirkan sebuah harapan bahwa dunia bisa semakin damai jika kita perjuangkan bersama-sama," katanya.

Eksibisi ini juga menampilkan karya mahakarya kolaborasi yang memuat berbagai isu sosial dan lingkungan.

"Dan bukan hanya itu, juga banyak sekali pesan tentang kemanusiaan dan pesan tentang kelestarian lingkungan. Ini penting sekali termasuk apa yang ada di belakang kita ini sebuah mahakarya kolaborasi dari 21 pelukis termasuk Pak SBY," ujarnya.

Pelukis en plein air asal Jerman, Christopher Lehmpfuhl dari Kornfeld Galerie Berlin, membagikan pengalamannya melukis lanskap Jakarta dan cagar budaya Indonesia selama dua minggu.

“Melukis di sini di Jakarta, merupakan pengalaman yang luar biasa pemandangan dari balai kota sangat menakjubkan, saya mencoba menangkap bentuk kota ini, sungguh hal rumit untuk dijelaskan, maksud saya setiap kota memiliki bentuk, warna dan cahayanya sendiri. Jakarta tentu saja merupakan kota yang sedikit berpolusi dibandingkan kota yang lain,” ujarnya.

Dari sisi penyelenggara, Wakil Koordinator Seniman Akbar Lingga Pramana mengungkapkan alasan penentuan tema pameran kolaboratif tahun ini.

“Tema ini masih merupakan tema tahun lalu yang kami angkat kembali. Menurut SBY Community, tema ini masih relevan dengan situasi global, sosial, dan budaya saat ini,” ujar Akbar.

Salah satu karya utama berukuran besar yang dipamerkan adalah lukisan berjudul "Law of the Jungle".

“Law of the Jungle ini menjadi perhatian kami terhadap kondisi lingkungan dan globalisasi. Lewat karya ini, kami ingin menunjukkan bahwa keberagaman karakter dan latar belakang dapat bertemu dalam sebuah kolaborasi,” kata Akbar.

Pameran ini juga memberikan porsi khusus bagi seniman difabel sebagai wujud kesetaraan dalam berkarya.

“Masalah ruang ekspresi anak-anak berkebutuhan khusus ini penting. Ruang ekspresi tidak melihat kasta, tetapi berbicara tentang kemanusiaan dan persamaan,” ujar Akbar.

Ketua Koordinator SBY Art Community Ediwan Prabowo menegaskan tujuan utama penyelenggaraan pameran seni ini.

“Penyelenggaraan pameran ini untuk memeriahkan HUT RI serta Hari Jadi Kota Jakarta. Ini merupakan pameran pertama kita dan menjadi bagian dari visi yang menekankan perdamaian, melihat situasi global, dengan harapan ke depan akan menjadi lebih baik,” ujar Ediwan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author