Arab Saudi Kutuk Serangan Kapal Tanker dan AS Gempur Target Iran

Share

Pemerintah Arab Saudi mengutuk keras aksi penyerangan yang menyasar kapal tanker Saudi, Wedyan, serta kapal tanker Qatar, Al Rekayyat, oleh pihak Iran saat sedang melintasi kawasan Selat Hormuz pada Selasa (7/7/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom. Kecaman tersebut disampaikan setelah laporan mengenai tiga kapal komersial, termasuk pengangkut LNG yang berisiko meledak, dihantam oleh rudal-rudal di jalur pelayaran internasional tersebut. Hingga saat ini, pihak Teheran belum memberikan pernyataan resmi untuk membantah atau mengonfirmasi keterlibatan mereka. "Serangan-serangan ini merupakan serangan terhadap keamanan navigasi internasional dan pasokan energi global," kata Kementerian Luar Negeri Saudi.

Pihak kementerian kemudian mengingatkan bahwa tindakan agresif yang terus dilakukan oleh Iran tersebut merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap hukum serta norma internasional. Aturan tersebut semestinya menjamin kebebasan navigasi maritim dan jalur aman bagi setiap kapal di perairan terbuka.

Pemerintah Saudi juga menyerukan kepada Iran "untuk segera menghentikan semua praktik" yang mengancam keamanan kawasan, navigasi maritim internasional, dan pasokan energi global. Selain menyerukan penghentian tindakan tersebut, Riyadh menegaskan bahwa Teheran harus memikul tanggung jawab penuh atas segala dampak buruk dan konsekuensi yang ditimbulkan dari serangan di Selat Hormuz.

Merespons situasi tersebut, militer Amerika Serikat langsung meluncurkan operasi ofensif skala besar pada Selasa (7/7/2026) malam demi melumpuhkan titik pertahanan udara, peluncuran rudal, jaringan komando, hingga kapal-kapal militer milik Iran. Pasukan Amerika Serikat mengonfirmasi telah menghantam lebih dari 80 target strategis dalam operasi militer, yang mereka sebut sebagai "serangan dahsyat terhadap Iran untuk memberikan dampak berat".

Komando Pusat AS atau CENTCOM mengumumkan bahwa operasi udara dan laut tersebut menargetkan sistem pertahanan udara, lokasi radar pesisir, hingga lebih dari 60 kapal kecil kepunyaan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di sekitar Selat Hormuz. Melalui pernyataan resmi di media sosial X, CENTCOM menegaskan bahwa serangan balasan tersebut dilancarkan sebagai "respons langsung untuk serangan terbaru Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz". Lebih lanjut, pihak komando militer menyatakan tindakan tegas ini menjadi bentuk balasan atas agresi bersenjata yang membahayakan nyawa para pelaut sipil.

CENTCOM menyebut serangannya sebagai "serangan dahsyat terhadap Iran untuk memberikan dampak berat atas tindakan menargetkan dan menyerang kapal-kapal komersial yang diawali oleh warga sipil tidak berdosa di jalur pelayaran internasional".

Menurut CENTCOM, operasi terbaru ini bertujuan untuk melemahkan "kemampuan Iran untuk terus menyerang lalu lintas perdagangan internasional yang mengalir melalui koridor perdagangan internasional tersebut".

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author