Satgas PRR Dorong Subulussalam Percepat Realisasi Dana Tambahan TKD
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) meminta Pemerintah Kota Subulussalam mempercepat realisasi dana tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp84,93 miliar untuk pemulihan masyarakat terdampak bencana, dilansir dari Detikcom.
Hasil monitoring Satgas PRR pada 12 Agustus 2026 menunjukkan realisasi belanja tambahan TKD di Subulussalam masih sekitar 0%. Dana tersebut sudah dialokasikan untuk sektor pertanian, pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan urusan lainnya.
Alokasi dana terbagi menjadi pertanian Rp31,73 miliar, pendidikan Rp19,51 miliar, infrastruktur Rp16,45 miliar, urusan lainnya Rp15,42 miliar, serta kesehatan Rp1,83 miliar. Satgas PRR mengingatkan agar dana ini segera digunakan untuk pemulihan layanan publik dan infrastruktur terdampak.
Sekretaris Daerah Subulussalam, Asrul Assani, menyatakan pemerintah daerah berencana menyusun perencanaan menyeluruh untuk mengejar ketertinggalan realisasi dan menargetkan penyelesaian seluruh kegiatan hingga Desember 2026.
"Kami akan lakukan perencanaan secara menyeluruh secepatnya. Sesuai monitoring di Satgas PRR pusat, fokus serapan anggaran dan kegiatan ini akan dimaksimalkan sampai Desember selesai," ujar Asrul.
Asrul menegaskan percepatan tetap harus mematuhi regulasi, terutama dalam pengadaan barang dan jasa. Pemkot juga berencana mendirikan Posko Satgas PRR di tingkat kota untuk memperkuat koordinasi dan pengawasan.
Perwakilan Satgas PRR Aceh dari Kementerian Dalam Negeri, Imran, menyatakan rendahnya serapan anggaran harus segera direspons dengan pelaksanaan kegiatan di lapangan.
"Akhir tahun di Laporan Realisasi Anggaran. Pada saatnya pemda akan diaudit untuk penggunaan TKD tambahan," ujar Imran.
Memasuki triwulan ketiga, Satgas PRR meminta seluruh perangkat daerah mempercepat perencanaan, pengadaan, kontrak, dan pelaksanaan fisik. Dana tambahan TKD harus dipakai khusus untuk rehabilitasi dan rekonstruksi, bukan untuk hal lain.
"Sebenarnya kita enggak ada lagi debat, yang penting eksekusi di lapangan. Sehingga masyarakat merasa nyaman dan merasa diperhatikan. Serapan kalian masih sangat rendah," tegas Imran.