Satgas PRR Aceh Percepat Perbaikan Akses Jalan Beutong Ateuh
Akses transportasi masyarakat di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, kembali terhubung usai terdampak bencana hidrometeorologi. Pemulihan infrastruktur terus dipacu oleh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, dilansir dari Detikcom.
Fokus penanganan menyasar penataan aliran sungai dan perbaikan jembatan di Desa Blang Puuk, serta pembersihan material longsor di ruas jalan Beutong-Celala. Pemulihan ini ditujukan untuk menggerakkan kembali perekonomian warga yang sempat terisolasi.
Project Manager Proyek Penanganan Bencana Alam Ruas Genting Gerbang-Jeuram, Feri Ejin, menjelaskan bahwa rekonstruksi badan jalan di Blang Puuk menunjukkan progres signifikan. Tim telah mengembalikan aliran sungai ke jalur semula serta membangun struktur pelindung.
"Sekarang kita membangun tanggul kanan dan kiri sepanjang 400 meter. Tanggul itu dibangun untuk melindungi konstruksi utama jembatan dan jalan, sehingga jika ada kejadian berulang di kemudian hari, jalan dan jembatan terproteksi dengan baik," kata Feri dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2026).
Proses pengerjaan di lapangan masih menghadapi hambatan suplai material utama, terutama kebutuhan semen dan bahan bakar solar untuk alat berat. Pasokan semen baru terealisasi 45 ton dari kebutuhan 400 ton pada Agustus, sehingga tambahan material didatangkan dari Belawan dan Dumai.
"Kita tetap mencari cara, dengan semangat bahwa di bulan Desember ini kita bisa menyelesaikan proyek tepat waktu," ujar Feri.
Kendati terkendala logistik, dibukanya jalur penyeberangan membuat kendaraan angkutan barang kini dapat kembali melintas. Hal ini memperlancar arus distribusi hasil pertanian dan pasokan barang dari Takengon menuju Nagan Raya dan Meulaboh.
"Masyarakat sudah terlayani sehingga akses yang kemarin terputus sudah kembali. Mobil-mobil muatan besar untuk suplai dari Takengon ke Nagan Raya ataupun ke Meulaboh sudah mulai masuk," kata Feri.
Secara kontraktual, progres perbaikan dilaporkan telah mencapai 17,29 persen oleh Kepala Urusan Tata Usaha Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.7 Aceh, Fachrun Rizaldi. Pihaknya menambahkan sembilan unit ekskavator untuk mempercepat pengerjaan fisik di lapangan.
Dukungan atas kerja keras tim lapangan juga disampaikan oleh Perwakilan Tim Satgas PRR Aceh Kementerian Dalam Negeri, Imran. Ia mengapresiasi keberhasilan tim mengarahkan kembali aliran sungai ke posisi bawah jembatan.
"Luar biasa, dari sungainya yang begitu lebar sekarang bisa dikonsentrasikan kembali di bawah jembatan. Progresnya luar biasa. Saya tahu teman-teman ini 24 jam bekerja. Saya pernah lewat di sini, sore pun masih bekerja," ujar Imran.
Evaluasi penanganan pascabencana di Nagan Raya ini merupakan bagian dari peninjauan menyeluruh Satgas PRR di wilayah Aceh. Selain Beutong Ateuh Banggalang, tim turut memantau kondisi Jembatan Rangka Baja Gunong Kong di Gampong Alue Wakie, Kecamatan Darul Makmur, yang sedang menunggu tahapan perbaikan selanjutnya.