Sarwendah Bantah Tudingan Persulit Ruben Onsu Temui Anak-Anak
Tudingan mengenai pihak Sarwendah yang mempersulit Ruben Onsu untuk menemui anak-anaknya langsung dibantah tegas. Pihak kuasa hukum menilai kabar yang beredar tersebut terlalu berlebihan.
Akses komunikasi untuk presenter berusia 42 tahun itu diklaim selalu terbuka lebar demi kepentingan sang buah hati. Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan polemik yang berkembang.
Persoalan ini berawal saat pengacara Ruben Onsu mengeluhkan kendala untuk membawa anak-anak menginap atau sekadar bertemu. Namun, kendala jadwal tersebut diklaim terjadi karena belum adanya koordinasi yang jelas.
Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, memberikan penjelasan mengenai situasi tersebut seperti dilansir dari Detik Hot pada wawancara virtual, Kamis (4/6/2026) malam.
"Kenapa belum diserahkan ya karena, memang mekanismenya harus diatur dulu dan bukan klien kami tidak pernah menyerahkan. Tetapi kami merasa, kliennya Bang Minola (Ruben Onsu) tidak pernah meminta," kata Chris Sam Siwu.
Menurut Chris Sam Siwu, pesan singkat yang sesekali tidak terbalas di tengah kesibukan tidak bisa dijadikan dasar tuduhan menghalangi hak asuh. Kesalahpahaman komunikasi dianggap wajar terjadi.
"Kalau masalah chatting-an satu kali lalu disampaikan chatting-an itu sebagai satu hal akhir dari permintaan dan tidak diserahkan lalu dibilang itu mempersulit, kan nggak pas," jelasnya.
Dirinya juga menegaskan bahwa Sarwendah sama sekali tidak pernah memiliki niat atau melakukan tindakan untuk menjauhkan anak-anak dari ayah kandung mereka.
"Mempersulit itu contohnya begini, anaknya ada di rumah bapaknya datang mau ketemu, 'Oh gak bisa ketemu karena anaknya di luar'. Lalu tiba-tiba baru satu menit sama bapaknya langsung diambil sama ibunya. 'Oh ini ada urusan lain', itu baru mempersulit. Tetapi kalau baru satu kali WA lalu tidak direspons, menurut saya gak begitu," terang Chris Sam Siwu.
Demi kebaikan bersama, Ruben Onsu disarankan untuk menjalin komunikasi yang lebih intensif langsung kepada anak-anak maupun mantan istrinya tersebut.
Langkah ini dinilai lebih efektif agar pengaturan jadwal aktivitas anak-anak bisa berjalan lancar tanpa perlu selalu melibatkan perantara hukum.
"Kapan pun WA aja ke ibunya, WA anaknya. Kalau WA anaknya tidak dibalas WA ke ibunya, atau dua-duanya di WA. Karena gimanapun, anak ini kan gak bisa berjalan sendiri, harus komunikasi mengenai jadwal dengan orang tuanya yaitu ibunya," pungkasnya.