Sandal Tutankhamun Simpan Pesan Politik Menginjak Musuh

Share

Sandal berusia sekitar 3.300 tahun milik Firaun Tutankhamun menyimpan pesan politik dan religius yang kuat. Penemuan di Lembah Para Raja tersebut memperlihatkan simbol sang raja yang menginjak musuh-musuhnya setiap kali melangkah, seperti dilansir dari Detik iNET.

Pasangan alas kaki ini memiliki gambar tawanan perang serta simbol Nine Bows yang mewakili seluruh musuh tradisional Mesir kuno. Benda ini ditemukan di antara ribuan artefak mewah lain saat makam dibuka pada 1922.

Pada bagian dalam sandal, terdapat ukiran tawanan dari wilayah Asia Barat dan Nubia dalam posisi terikat. Simbol busur dari Nine Bows turut disematkan di bawah bagian jari kaki serta tumit.

"Penggambaran musuh yang telah dikalahkan pada telapak sandal menegaskan dominasi Raja Tut atas musuh-musuh Mesir dan memiliki fungsi simbolis, termasuk untuk kehidupan setelah kematian," demikian laporan yang dikutip dari Live Science, Rabu (22/7/2026).

Setiap kali Tutankhamun memakai sandal itu, ia secara simbolis sedang menundukkan para penantang kerajaannya. Artefak yang memadukan kayu, veneer kulit kayu, kulit hijau, lapisan cat putih, serta lembaran emas ini mencerminkan tingginya keterampilan pengrajin masa lalu. Alas kaki berukuran 28,4 cm tersebut kini disimpan di Museum Mesir, Kairo.

Arkeolog menemukan sekitar 35 pasang sandal dan belasan sandal tunggal di dalam tempat peristirahatan terakhir sang raja. Penelitian yang dipimpin ahli alas kaki Mesir kuno André Veldmeijer menunjukkan sebagian besar sandal berbahan papirus dipakai untuk aktivitas harian. Sementara itu, sandal berbahan emas dipasang khusus pada kaki mumi untuk mengiringi perjalanan menuju alam baka.

"Yang paling menarik adalah sandal kulit dengan gambar tawanan Suriah dan Nubia pada telapaknya, sehingga Tutankhamun dapat menginjak musuh-musuh tradisional Mesir ke mana pun ia berjalan," tulis arkeolog Bob Brier dalam bukunya 'Tutankhamun and the Tomb that Changed the World.'

Para peneliti belum dapat memastikan apakah alas kaki bergambar musuh tersebut pernah dipakai semasa hidup atau dibuat khusus untuk perlengkapan pemakaman. Saat ditemukan oleh Howard Carter pada 1922, posisinya berada di bawah sebuah keranjang, mengindikasikan kemungkinan adanya pergeseran lokasi sebelum diekskavasi.

Meski demikian, detail pada sandal memperlihatkan perpaduan antara seni, politik, dan kepercayaan masyarakat Mesir kuno. Alas kaki berfungsi lebih dari sekadar pelindung, melainkan penanda kekuasaan firaun atas para musuhnya hingga ke kehidupan setelah kematian.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author