DPR Pastikan Gabungnya Said Iqbal ke Pemerintah Tidak Melemahkan KSPI

Share

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan bahwa keputusan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal untuk bergabung dengan pemerintah tidak akan memperlemah posisi organisasi buruh tersebut, seperti dilansir dari Detikcom pada Selasa (22/6/2026).

Penegasan tersebut disampaikan Dasco saat menghadiri acara Rakernas KSPI 2026 di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, di mana ia menyebut kehadiran Iqbal di pemerintahan justru akan membuat KSPI semakin vokal dalam memberikan masukan.

"Tadi sudah disampaikan bahwa, presidennya itu kemudian turut andil dalam bagian pemerintahan, bukan kemudian KSPI menjadi lemah, tetapi kemudian KSPI malah tambah keras untuk memberikan masukan kepada pemerintah, memberikan ide-ide kreatif, kritik yang membangun untuk kesejahteraan buruh dan pekerja Indonesia," ungkap Dasco.

Langkah ini dinilai akan memperlancar jalur komunikasi antara pihak pekerja dan penguasa dalam menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan. Dasco menambahkan bahwa komunikasi intensif terus dilakukan melibatkan pihak-pihak terkait, termasuk Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.

"Kami banyak diskusi dengan Bung Said Iqbal, kami banyak diskusi dengan Pak Menaker. Segala sesuatu tidak ada yang tidak bisa kita tuntaskan kalau kita kemudian duduk bersama, kita bicarakan," terang Dasco.

Meskipun kolaborasi antarpihak kini berjalan lebih dekat, politisi tersebut menyatakan pemerintah sama sekali tidak membatasi hak buruh untuk turun ke jalan menyuarakan hak mereka.

"Ya kalau sekali-sekali kemudian menyuarakan aspirasi buruh di bawah itu kemudian kita musti kemudian harus ke jalan, asal tertib nggak ada masalah," imbuh Dasco.

Sementara itu, pihak buruh menegaskan komitmen mereka untuk tetap menjaga jarak kritis dan memanfaatkan ruang demokrasi yang ada demi kepentingan anggotanya.

"Saya selalu sampaikan usulan dan saran kepada Bang Dasco, 'Bang tolong beri ruang demokrasi. Beri perbedaan di antara persamaan-persamaan'," kata Iqbal.

Said Iqbal membenarkan bahwa keterlibatannya dalam kabinet merupakan ajakan langsung dari Dasco, yang juga memberikan jaminan kebebasan berpendapat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

"Orang pertama, yang diberikan kebijakan amanat oleh presiden sebagai penasihat khusus Presiden Republik Indonesia bidang ketenagakerjaan kesejahteraan buruh, karena peran dari Bang Dasco," jelas Iqbal.

Pertemuan dan dialog terbuka ini diharapkan menjadi dasar pola hubungan industrial yang baru antara serikat pekerja dan jajaran pemerintahan ke depan.

"Saya ucapkan terima kasih Bang Dasco. Beliau memberi amanat oleh saya 'Udah kalau gitu kamu masuk', 'Siap. Tapi tolong demokrasi dijaga', 'Siap, kita jaga demokrasi.

Pak Presiden juga menginginkan demokrasi. Di situlah kamu menyampaikan hal-hal'," pungkas Iqbal.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author