Rusia dan Ukraina Saling Serang Fasilitas Vital dan Logistik

Share

Eskalasi serangan udara melanda kawasan Rusia dan Ukraina pada Minggu (16/8/2026), menewaskan sedikitnya delapan orang serta merusak infrastruktur energi, industri baja, dan gudang logistik di kedua belah pihak.

Gelombang serangan drone Ukraina menyasar wilayah Moskow dan kawasan selatan Rusia, sementara pasukan Moskow menggempur pabrik baja terbesar di Kota Kryvyi Rih serta pelabuhan ekspor gandum Ukraina.

Gubernur Wilayah Moskow Andrei Vorobyov mengonfirmasi serangan udara Ukraina menyebabkan satu korban jiwa di Podolsk dan merusak fasilitas logistik milik perusahaan e-commerce Wildberries di Koledino.

"Sejak kemarin malam hingga pukul 06.30 pagi hari ini, 600 drone terbang menuju wilayah Moskow, dan 201 di antaranya dihancurkan di wilayah Moskow," tulis Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin, di platform MAX.

Sobyanin menambahkan bahwa tiga warga mengalami luka-luka di kawasan lingkar jalan MKAD akibat dampak dari gempuran drone tersebut.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pasukan pertahanan udaranya berhasil melumpuhkan total 822 drone Ukraina di berbagai kawasan. Serangan terpisah di Rostov menewaskan tiga orang setelah 150 drone dan rudal diluncurkan ke wilayah tersebut.

"Para dokter sedang memberikan semua bantuan yang diperlukan," ujar Gubernur Wilayah Rostov Yuri Sliusar.

Sliusar menambahkan bahwa benturan proyektil merusak bangunan tempat tinggal di Kamensky, memecahkan jendela blok apartemen, serta merusak stasiun kereta api Kamensk-Shakhtinsky.

Di pihak lain, militer Ukraina mengonfirmasi telah menghantam fasilitas produsen bahan bakar roket padat di Rostov yang menyokong sistem peluncur rudal Rusia.

"Perusahaan tersebut memproduksi propelan roket padat untuk sistem peluncur roket multipel, serta untuk berbagai sistem rudal dan persenjataan udara," kata Militer Ukraina melalui Telegram.

Pihak Rusia belum merilis tanggapan resmi mengenai klaim kerusakan pada pabrik bahan bakar roket tersebut.

Sementara itu, gempuran Rusia ke Kryvyi Rih menewaskan dua orang dan melukai 14 lainnya, merusak tanur tinggi pabrik baja ArcelorMittal serta memicu kebakaran permukiman di Kyiv.

"Akibat serangan tersebut, fasilitas produksi utama di sektor pembangkit listrik dan tanur tinggi mengalami kerusakan, dan proses produksi pabrik terhenti sebagian," tulis Pengelola Pabrik ArcelorMittal Kryvyi Rih melalui Telegram.

Insiden tersebut menambah rentetan serangan terhadap sektor manufaktur utama Ukraina di kawasan industri vital.

Di tengah ketegangan udara, sebuah jet tempur F-18 militer Spanyol di bawah naungan NATO menembak jatuh satu drone yang diduga milik Rusia di ruang udara Rumania pada pukul 05.01 waktu setempat.

Warga sipil Ukraina kini mengandalkan saluran Telegram independen untuk memantau pergerakan rudal secara langsung akibat singkatnya jeda waktu peringatan sirene.

"Oh, ada rudal menuju Kyiv," ujar pengelola saluran pemantau Aeris Rimor Esko, saat mendeteksi pergerakan proyektil di layarnya.

Peringatan instan tersebut dikirimkan kepada 150 ribu pengikutnya guna memberi jeda evakuasi ke stasiun kereta bawah tanah sebelum ledakan terjadi.

"Benar-benar harus terus berjaga dan menatap layar sepanjang waktu karena Anda bisa dengan mudah melewatkannya," ujar Esko.

Pengelola saluran bekerja secara mandiri dengan memantau pergerakan radar militer untuk memberikan proyeksi titik benturan proyektil secara berkala.

"Anda hanya bisa mengatakan: sesuatu mungkin terjadi… tetapi putuskan sendiri," ujar Esko.

Keputusan evakuasi mendadak memaksa ribuan keluarga bertahan malam di selasar stasiun metro bersama barang bawaan mereka.

"Tetapi tidak ada yang tahu pasti apa yang akan atau tidak akan terjadi. Anda hanya mengandalkan intuisi dan naluri untuk bertahan hidup," ujar Kateryna Reshetnyk, seorang warga Kyiv.

Reshetnyk menambahkan bahwa informasi dari saluran darurat sipil membantu pemantauan kondisi anggota keluarga yang tersebar di wilayah ibu kota.

"Kami memantau apa yang sedang terjadi dan di mana lokasinya karena kerabat, teman, dan kolega kami tersebar di seluruh Kyiv dan wilayah sekitarnya. Jadi setidaknya kami memahami apa yang terjadi dan di mana," ujar Reshetnyk.

Angkatan Udara Ukraina mentoleransi operasi saluran informasi independen tersebut selama tidak membocorkan data sensitif pertahanan negara.

"Kami tidak bisa melarang mereka. Mereka ada, mereka memberikan informasi kepada masyarakat, dan bagi sebagian orang hal itu memang memudahkan," ujar Juru Bicaranya Yuri Ignat.

Ignat mengingatkan agar para pengelola saluran sipil tetap membatasi detail detail posisi militer agar tidak dimanfaatkan oleh pihak lawan.

"Anda terus menunggu, menunggu, menunggu, kemudian mulai mengunggah peringatan karena ketegangan meningkat. Namun, tidak terjadi apa-apa. Anda mengunggah lagi, dan tidak terjadi apa-apa… Lalu mereka menyerang," ujar Esko.

Aktivitas pemantauan udara tersebut terus berlangsung intensif seiring belum adanya tanda-tanda penurunan eskalasi militer dari kedua negara.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author