Rusia Serang Kyiv dengan Rudal, Tewaskan 15 Orang dan Lukai Puluhan

Share

Rusia melancarkan gelombang serangan rudal ke ibu kota Ukraina, Kyiv, dan wilayah sekitarnya pada Rabu dini hari, yang menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai puluhan lainnya, dilansir dari Detikcom.

Satu korban tewas dilaporkan di Kota Kyiv, sementara 14 korban lain meninggal di wilayah sekitar ibu kota. Serangan dimulai setelah tengah malam dengan sirene peringatan serangan udara berbunyi lebih dari satu jam.

Angkatan Udara Ukraina menyatakan bahwa sistem pertahanan udara mereka gagal mencegat rudal Rusia dalam serangan yang melibatkan 115 drone dan 28 rudal berkecepatan tinggi, termasuk rudal balistik.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa "rudal pencegat balistik seharusnya dapat menyelamatkan nyawa mereka yang tewas hari ini."

"Yang sangat penting untuk dipahami oleh para mitra kami adalah bahwa keterlambatan pengiriman, atau keengganan menyediakan sistem pertahanan anti-balistik, secara langsung menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kehancuran yang mengerikan seperti ini," ujar Zelenskyy.

Administrasi Militer Kyiv melaporkan bahwa sedikitnya tujuh lokasi di ibu kota diserang, merusak bangunan permukiman dan gudang penyimpanan.

"Dengan sengaja, musuh kembali menyerang warga sipil dan infrastruktur sipil," tulis administrasi militer Kyiv melalui Telegram.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengatakan sebuah gudang dekat pusat kota hancur akibat serangan, dan tim penyelamat mengevakuasi dua orang dari reruntuhan.

"Masih ada kemungkinan terdapat orang yang terjebak di bawah puing-puing," tulis Klitschko. "Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung."

Klitschko menambahkan bahwa laporan awal kebakaran gedung apartemen 20 lantai ternyata tidak benar, namun kebakaran besar tetap terjadi di pinggiran kota. Puing-puing rudal yang berhasil dicegat jatuh di dekat bangunan permukiman, dan serangan memicu kebocoran amonia yang kini ditangani tim tanggap darurat.

Dalam sebulan terakhir, serangan Rusia ke Kyiv terus meningkat. Pada Sabtu lalu, serangan menewaskan 10 orang dan melukai lebih dari 30 lainnya, sementara Ukraina mengklaim menenggelamkan kapal Rusia di Laut Hitam menggunakan drone.

Menurut kantor berita AFP, Rusia menggandakan jumlah rudal yang diluncurkan pada Juli dibandingkan periode sebelumnya, sementara Ukraina meningkatkan serangan drone ke fasilitas minyak, gas, dan logistik Rusia.

Serangan terbaru pada Selasa di wilayah Moskow menewaskan lima orang dan melukai 10 lainnya, menghantam gudang perusahaan ritel Rusia. Wali Kota Moskow menyatakan sistem pertahanan udara berhasil menembak jatuh sedikitnya 10 drone.

Presiden Zelenskyy kembali mendesak negara sekutu untuk memasok lebih banyak rudal pencegat Patriot, menilai keterbatasan sistem pertahanan udara mendorong serangan Rusia yang memakan korban jiwa.

Pekan lalu, Zelenskyy bertemu Presiden Amerika Serikat untuk melobi lisensi produksi sistem pertahanan Patriot di Ukraina.

Pemantau hak asasi manusia PBB menyatakan keprihatinan atas meningkatnya korban sipil, yang kini mencapai tingkat tertinggi sejak invasi Rusia pada Februari 2022. Baik Rusia maupun Ukraina membantah sengaja menargetkan warga sipil dalam perang tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author