Rusia Kecam Tekanan dan Sanksi Amerika Serikat Terhadap Kuba
Kementerian Luar Negeri Rusia dan Kremlin mengecam keras sanksi baru serta tekanan ekonomi yang dijatuhkan Amerika Serikat terhadap Kuba pada Kamis, 21 Mei 2026. Moskow menilai kebijakan Washington tersebut sebagai upaya ilegal untuk mencekik perekonomian dan mengubah kekuasaan di negara berdaulat itu.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, María Zajárova, menegaskan bahwa Havana saat ini terus menghadapi tekanan ekonomi yang berat dari Amerika Serikat. Kebijakan tersebut semakin diperketat dengan pembatasan baru pada awal Mei terhadap perusahaan-perusahaan dari negara ketiga yang beroperasi di pulau tersebut.
"Los intentos de la Administración de la Casa Blanca por estrechar el cerco de sanciones en torno a Cuba, junto con el bloqueo comercial, económico, financiero, humanitario y, últimamente, también petrolero y energético, que se prolonga desde hace años, son un reflejo directo de la intolerancia de Washington hacia cualquier disidencia, así como la encarnación cínica de la resucitada doctrina Monroe" kata Zajárova.
Zajárova mengkritik tindakan sepihak tersebut yang dinilai mengabaikan tatanan internasional. Ia juga mempertanyakan komitmen kebebasan yang sering didengungkan oleh pihak Washington.
"¿Dónde están los derechos humanos? ¿Dónde está el respeto por las personas? ¿Dónde está la libertad de opinión y la libertad de expresión? ¿Dónde está todo eso?" tanya Zajárova.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan keyakinannya bahwa masyarakat Kuba akan tetap bersatu menghadapi tantangan eksternal ini. Moskow pun menegaskan dukungan penuh bagi kedaulatan negara sekutunya tersebut.
"Estamos convencidos de que el heroico pueblo cubano, que en más de una ocasión ha demostrado su dedicación a la causa de la libertad, la independencia y la justicia social, y que ha dado muestras de una fortaleza y un valor asombrosos ante los desafíos externos, mantendrá su unidad y firmeza de espíritu, y seguirá defendiendo con abnegación sus intereses nacionales" tutur Zajárova.
Rusia mengutuk segala bentuk intimidasi serta campur tangan luar terhadap urusan domestik Kuba. Zajárova memastikan komunikasi intensif terus berjalan guna memberikan bantuan nyata dalam situasi sulit ini.
"Condenamos enérgicamente cualquier intento de injerencia flagrante en los asuntos internos de un Estado soberano, de intimidación y de aplicación de medidas restrictivas unilaterales ilegales, de amenazas y de chantaje" tegas Zajárova.
Sementara itu, Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, memberikan tanggapan khusus mengenai langkah hukum terbaru Washington. Amerika Serikat diketahui mendakwa mantan Presiden Kuba, Raúl Castro, atas kasus pembunuhan terkait insiden penembakan jatuh dua pesawat tiga dekade lalu.
"Creemos que la presión que se está ejerciendo sobre Cuba es inaceptable. Creemos que bajo ninguna circunstancia deben utilizarse tales métodos —métodos violentos— contra jefes de Estado, ya sean antiguos o actuales" ujar Peskov seperti dilansir dari RIA Novosti.
Peskov juga menyoroti dampak kemanusiaan yang timbul akibat kebijakan pemblokiran energi tersebut. Tekanan Washington menyebabkan krisis bahan bakar yang parah bagi penduduk pulau.
"El bloqueo en sí no tiene precedentes. Y las catastróficas consecuencias humanitarias de este bloqueo para la población de la isla, tampoco" ungkap Peskov.
Menurut laporan Reuters pada 18 Mei 2026, blokade pasokan minyak oleh Amerika Serikat telah memicu pembatasan ketat yang membuat harga bensin dan diesel melonjak dua kali lipat. Kuba dilaporkan belum menerima pengiriman minyak lagi sejak kapal tanker Rusia, Anatoly Kolodkin, mengirimkan sekitar 700.000 barel pasokan pada akhir Maret lalu.