Rusia Hantam Fasilitas Logistik dan Gudang di Kiev
Gempuran misil balistik dan drone Rusia menyasar sejumlah fasilitas logistik serta gudang komersial di wilayah Kiev pada Rabu, 5 Agustus 2026, yang menewaskan 17 orang. Serangan intensif ini memicu krisis pasokan misil pencegat pertahanan udara Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan bahwa sasaran serangan mencakup pabrik bir, gudang material bangunan, dan kantor pemilah pos. Pasokan misil pertahanan udara Ukraina pada semester pertama tahun ini merosot hingga sepertiga dibandingkan periode 2025.
"Pencegat balistik adalah apa yang seharusnya bisa menyelamatkan nyawa mereka yang gugur hari ini," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Ia menekankan pentingnya dukungan internasional untuk mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut akibat penundaan bantuan militer.
"Sangat penting bagi mitra kami untuk memahami bahwa penundaan dalam menyediakannya, atau ketidakmampuan untuk menyerahkan sistem antibalistik, secara langsung menyebabkan korban jiwa dan kehancuran yang sangat mengerikan," ujar Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi pihaknya menyerahkan serangan ke pusat transportasi dan distribusi yang diklaim terlibat dalam aktivitas militer. Rusia meluncurkan 24 misil balistik, empat misil hipersonik Zircon atau supersonik Oniks, serta 115 drone dalam operasi tersebut.
Penasihat Presiden Ukraina, Serhii Beskrestnov, menilai eskalasi militer ini telah memasuki fase baru yang menyasar sektor sipil dan ekonomi secara masif.
"Musuh menyerang segalanya secara tidak diskriminatif: gudang ritel, fasilitas penyimpanan makanan, pusat logistik, perusahaan, gudang bahan bangunan," kata Penasihat Presiden Ukraina Serhii Beskrestnov.
Di sisi lain, Ukraina merespons dengan mengerahkan drone jarak jauh ke wilayah Tula, Rusia, yang membakar gudang milik perusahaan ritel Wildberries. Pemerintah Rusia mengklaim berhasil menembak jatuh 475 drone Ukraina di 16 wilayah serta kawasan Laut Hitam.
Seorang pekerja gudang di Kiev menceritakan detik-detik evakuasi saat sirine bahaya udara dan ancaman misil balistik berbunyi tidak lama setelah tengah malam.
"Jadi semua orang mulai berlari," kata Pekerja Gudang Kiev Mykhailo Hukov.
Para pekerja langsung diarahkan menuju tempat perlindungan bawah tanah tepat sebelum ledakan keras terjadi.
"Saya memobilisasi semua orang agar tidak kembali ke dalam untuk mengambil ransel mereka," ujar Pekerja Gudang Kiev Mykhailo Hukov.
Perusahaan pos Nova Poshta melaporkan salah satu pusat pemilahannya hancur dihantam amunisi klaster Rusia. Sementara itu, gelombang ledakan juga menghancurkan aset milik Epicentr, salah satu jaringan ritel bangunan terbesar di Ukraina, yang mengakibatkan satu karyawan tewas dan tiga lainnya luka-luka.
Pengemudi truk asal Moldavia yang berada di lokasi kejadian turut membagikan pengalamannya saat melarikan diri dari kendaraan yang terkena serpihan ledakan.
"Kami bahkan tidak sempat mengambil dokumen kami atau apa pun," kata Pengemudi Truk Ivan Braga.
Ia mengaku terkejut dengan intensitas gempuran yang dirasakannya di ibu kota Ukraina tersebut.
"Saya tidak bisa mempercayainya. Saya pernah ke Kiev sebelumnya dan mendengar ledakan, tapi tidak ada yang seperti hari ini," ujar Pengemudi Truk Ivan Braga.