Rusia Angkut LNG Pakai Tanker Terkena Sanksi Amerika Serikat
Sebuah kapal tanker gas alam cair (LNG) bernama Arctic Express berlabuh di fasilitas penyimpanan Saam di wilayah Murmansk, Rusia, pada Senin (29/6) untuk memuat bahan bakar yang masuk daftar hitam Amerika Serikat. Langkah ini menandai upaya terbaru Moskwa dalam memperluas ekspor energi di tengah tekanan sanksi Barat, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz.
Pengoperasian Arctic Express, yang beralih menggunakan bendera Rusia pada Mei, menunjukkan bahwa pengiriman tersebut melibatkan fasilitas yang telah dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat, termasuk proyek Arctic LNG 2 yang menyuplai gas ke fasilitas Saam. Berdasarkan analisis Bloomberg terhadap data pelacakan kapal, setidaknya ada 21 kapal yang kini terdeteksi mengangkut LNG dari berbagai proyek Rusia yang masuk daftar hitam.
Keterbatasan jumlah kapal pengangkut khusus masih menjadi hambatan utama bagi Rusia untuk meningkatkan ekspor dari proyek Arctic LNG 2 menuju negara pembeli. Data kapal dari basis data Equasis menunjukkan bahwa kepemilikan Arctic Express telah dialihkan ke Smp Techmanagement LLC yang berbasis di St. Petersburg sekitar tanggal 13 Mei, setelah sebelumnya dikelola oleh perusahaan asal Yunani sejak mulai beroperasi pada 2007.
Perusahaan Smp Techmanagement kini tercatat mengoperasikan tiga kapal LNG lain yang diduga menjadi bagian dari jaringan armada bayangan Rusia. Di sisi lain, Rusia juga telah memasukkan empat kapal tanker tambahan, yang sebelumnya melayani pabrik ekspor Oman, ke dalam armada serupa pada awal tahun ini.
Volume pengiriman bahan bakar dari Arctic LNG 2 dilaporkan telah menembus angka lebih dari 400.000 ton pada Mei. Jumlah tersebut menjadi rekor tertinggi bagi fasilitas ekspor baru Rusia itu sejak memulai pengiriman pertamanya pada tahun 2024.