Marco Rubio Yakinkan Sekutu Teluk Terkait Kesepakatan Damai Iran

Share

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menemui para pemimpin Uni Emirat Arab dan Kuwait pada Rabu (24/6) untuk meyakinkan kembali para sekutu di kawasan Teluk Persia mengenai efektivitas kesepakatan damai sementara dengan Iran, dilansir dari Bloombergtechnoz.

Langkah diplomatik ini dilakukan setelah dimulainya negosiasi antara Washington dan Teheran untuk mencapai penyelesaian permanen atas perang yang telah berlangsung hampir empat bulan. Putaran awal pembicaraan telah selesai dan perundingan lanjutan dijadwalkan berlangsung di Swiss pekan depan dengan mediasi dari Pakistan.

Kunjungan tersebut juga bertepatan dengan ketidakpastian mengenai pengelolaan masa depan Selat Hormuz, di mana Iran dan Oman berencana menyusun kesepakatan terkait lalu lintas pelayaran dan biaya pelintasan kapal. Terhadap isu tarif pelayaran internasional tersebut, Rubio menyampaikan penegasan saat tiba di Abu Dhabi.

"Tidak ada negara yang diperbolehkan mengenakan tarif atau biaya di jalur perairan internasional," kata Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat.

Penegasan tersebut mencerminkan sikap AS dalam menjaga kelancaran jalur pelayaran strategis di kawasan tersebut.

"Itulah yang kami harapkan akan berlaku di sini," kata Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat.

Isu mengenai aturan di Selat Hormuz ini juga memicu tanggapan dari Donald Trump melalui media sosial Truth Social yang menyatakan bahwa tidak ada pungutan yang akan diterima Iran.

"tidak ada tarif, tidak ada biaya asuransi, dan tidak ada pungutan apa pun yang diminta atau diterima Iran dari kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz." kata Donald Trump, Mantan Presiden Amerika Serikat.

Di sisi lain, Direktur Jenderal IAEA Rafael Mariano Grossi turut memberikan komentar terkait perang klaim antara AS dan Iran mengenai inspeksi fasilitas nuklir.

"perang pernyataan" kata Rafael Mariano Grossi, Direktur Jenderal IAEA.

Sementara itu, jalannya kesepakatan AS-Iran juga memengaruhi dinamika konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon. Duta Besar Israel untuk PBB Yechiel Leiter menyatakan bahwa negaranya tetap menuntut pelucutan senjata Hizbullah sebagai syarat dasar.

"Izinkan saya menegaskan: Israel akan bertindak terhadap ancaman yang langsung maupun yang sedang berkembang terhadap warga dan tentaranya," ujar Yechiel Leiter, Duta Besar Israel untuk PBB.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author