Ruben Onsu Protes Klaim Kebesaran Hati Pihak Sarwendah Terkait Anak

Share

Kuasa hukum presenter Ruben Onsu, Minola Sebayang, melayangkan kritik tajam terhadap pernyataan pihak Sarwendah mengenai pertemuan anak-anak mereka di bandara baru-baru ini. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah wawancara virtual pada Kamis (25/6/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Hot.

Pihak Ruben Onsu keberatan dengan klaim kubu Sarwendah yang menganggap izin pertemuan Thalia dan Thania dengan ayah kandung mereka sebelum berangkat umrah sebagai bentuk kebesaran hati. Minola menegaskan bahwa mempertemukan anak dengan ayahnya merupakan kewajiban hukum yang telah disepakati, bukan sebuah kemurahan hati.

Berdasarkan kesepakatan pascacerai yang telah ditandatangani kedua belah pihak, Ruben Onsu memiliki hak sah untuk menghabiskan waktu bersama anak-anaknya selama dua hingga tiga hari dalam seminggu. Oleh karena itu, pertemuan singkat di tempat umum dinilai belum memenuhi hak tersebut secara maksimal.

"Tidak ada kebesaran hati, itu kewajiban karena kalau kebesaran hati, artinya given. Saya besar hati ingin mempertemukan, nggak begitu. Itu kewajiban dia untuk membuat anaknya bisa bertemu dengan ayahnya," kata Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben Onsu.

Minola juga menuntut agar pertemuan yang terjadi memiliki kualitas yang baik demi kepentingan anak-anak. Menurutnya, pertemuan yang terburu-buru di bandara tidak sejalan dengan konsep waktu berkualitas yang seharusnya didapatkan oleh kliennya.

"Pertemuan itu juga harus berkualitas. Makanya selalu ada namanya quality time. Bukan ketika mau berangkat umrah pas-pasan.

Tapi kami tetap menghargai kesempatan itu, pertemuan itu karena bagaimanapun Ruben bisa bertemu dengan anaknya yang sudah lama tidak ketemu sebelum dia umrah. Tapi bukan bentuk pertemuan yang seperti itu," ujar Minola Sebayang.

Lebih lanjut, pemenuhan hak anak ini dibandingkan dengan tanggung jawab finansial yang dijalankan oleh Ruben Onsu. Pihak Ruben menilai semua tindakan yang merupakan kewajiban orang tua tidak sepatutnya dibungkus dengan retorika kebesaran hati.

"Jadi apakah bisa dikatakan Ruben kemarin ngasih uang Rp200 juta itu kebesaran hati Ruben? Tidak. Kewajiban.

Jadi janganlah kita berretorika kata-kata karena hukum itu adalah logika. Coba kalian berpikir, logika nggak sih kalau ada seorang ibu mempertemukan anaknya kepada ayah kandungnya, itu sebagai kebesaran hati?" tegas Minola Sebayang.

Pihak Ruben Onsu turut memperingatkan bahwa klaim tersebut dapat menjadi bumerang bagi pihak Sarwendah. Framing seperti itu dikhawatirkan mengindikasikan bahwa akses pertemuan anak memang sengaja dipersulit selama ini.

"Hati-hati, kalau dibilang, 'Ini bukti kebesaran hati', selama ini nggak besar hati dong berarti karena tidak mempertemukan anak sama ayahnya? Jangan main-main kata-kata, dong. Itu kewajiban, tapi kewajibannya juga masih belum dikasih seluruhnya," pungkas Minola Sebayang.

Saat ini, pihak Ruben Onsu mendesak realisasi penuh kesepakatan agar kliennya bisa menginap bersama anak-anak tanpa pengawasan pihak ketiga. Mediasi lanjutan untuk menyelesaikan sengketa pengasuhan ini dijadwalkan berlangsung pada 11 Juli mendatang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author