RT 08 Malaka Jaya Raih Penghargaan Lingkungan dari AS dan China
RT 08 RW 04 Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, meraih penghargaan International Board of Standards (IBS) Excellence Award atas keberhasilannya mengelola lingkungan secara mandiri berbasis aksi nyata. Pencapaian tingkat internasional dari China hingga Amerika Serikat ini diraih melalui berbagai inovasi pengelolaan sampah, ketahanan pangan, hingga digitalisasi tingkat rukun tetangga, dilansir dari Detik iNET pada Rabu (12/8/2026).
International Board of Standards melalui Board of Governors menganugerahkan Award for Excellence in Environmental Management kepada wilayah tersebut karena dinilai memenuhi standar praktik pengelolaan lingkungan lintas yuridiksi. Pengelolaan lingkungan terpadu yang dijalankan rukun tetangga ini berhasil membuahkan kemandirian komunitas dalam waktu kurang dari tiga tahun.
"Indonesia ini hanya butuh sistem dari atap. Masalahnya bukan di pusat, di kita. Kalau rumah kita atapnya bagus, dindingnya kokoh, tapi fondasinya rapuh?
Bangunan nggak akan kuat lama. Nah, fondasi itu adalah kita, RT," tutur Kepala RT 08 Malaka Jaya, Taufiq Supriadi.
Penerapan inovasi nol sampah organik telah dijalankan warga sejak dua tahun lalu melalui pemilahan sampah mandiri, mendahului berlakunya Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026. Sampah organik yang dikumpulkan diolah sepenuhnya menjadi bahan pakan budidaya maggot berutrisi tinggi untuk pakan ternak ayam dan ikan di lingkungan pemukiman.
"Kepala lele, daleman lelenya nggak dipakai. Semuanya kita ambil, masukin ke chopper. Kasih lagi ke maggot. Itu cepat gede," terang Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi Rukun Warga dan Rukun Tetangga Indonesia (RAPI) itu.
Inovasi lainnya mencakup pemanfaatan saluran air bertingkat U-Ditch sepanjang 42 meter sebagai 'Kolam Gizi Warga' yang menampung ratusan ekor lele dan gurame. Fasilitas budidaya ini dipadukan dengan pemanenan air hujan (Rainwater Harvesting) serta pembuatan lubang biopori di setiap pekarangan rumah warga untuk mencegah genangan air sekaligus membasmi populasi tikus tanah.
"Saking kepinginnya kita memanfaatkan air hujan, dibuatlah ini," tunjuk Taufiq kepada sebuah gentong yang terhubung dengan pipa-pipa.
Di bidang digitalisasi dan energi, RT 08 menyediakan aplikasi RTOnline serta situs web untuk keterbukaan arus kas, pemantauan wilayah melalui 16 kamera CCTV, dan validasi data bantuan sosial secara mandiri.
"Di sini, warga bisa melihat transparan laporan keuangan kita, warganya ada berapa. Kemudian kita bantu validasi data bansos," ujar Taufiq.
Akses keamanan warga dipadukan secara langsung dengan sistem pengeras suara terintegrasi yang terhubung ke telepon seluler pengurus rukun tetangga.
"Kita ada CCTV di 16 titik, ada juga di handphone para warga bisa pantau. Ada speaker toa. Jadi kalau ada orang berbaju hitam mencurigakan, saya hidupin mikrofon, "Ting-tong-ting-tong, Bapak yang berbaju hitam, tolong bergeser dari posisi Anda sekarang", bapaknya pergi. Pernah kejadian," katanya.
Kebutuhan daya operasional pompa air kolam, pencacah sampah, dan penerangan jalan dipasok secara mandiri oleh instalasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 10.000 watt dari dana CSR perusahaan. Selain budidaya ikan, warga mengelola peternakan ayam petelur jenis Lohmann Brown dengan sistem alas kandang komposting dari pencacahan sampah daun untuk menghilangkan bau tidak sedap.
"Ayamnya bertelur setiap 25 jam sekali. Telurnya kita makan. Di belakang ada 15 ayam, di atas 3 ayam, di RW depan saya kasih 100," akunya.
Hasil produksi dari peternakan ayam petelur dan budidaya ikan tersebut dibagikan secara berkala untuk menunjang gizi kelompok warga prioritas seperti ibu hamil, balita, dan lansia.
"Tempat terbuka, ada lorong, angin bagus, kami belajar bagaimana memelihara ayam agar nggak bau di tempat. Kemudian ada mesin pencacah untuk menghancurkan sampah daun yang dicampurkan ke komposting alas kandang ayam. Kuncinya di alas kandang ayam," tandasnya.