RT 08 RW 04 Malaka Jaya bangun lingkungan hijau berbasis biopori
RT 08 RW 04 Malaka Jaya di Duren Sawit, Jakarta Timur, mengembangkan program lingkungan hijau dengan biopori dan budidaya ikan di selokan, dibangun warga melalui dukungan CSR serta sistem transparansi berbasis aplikasi. Di wilayah itu juga terpasang CCTV dan speaker untuk pengamanan lingkungan, kata ketua RT setempat.
RT 08 disebut pernah mengundang perhatian hingga sepuluh negara untuk studi banding mengenai upaya membangun lingkungan hijau, serta mendapat apresiasi dari Tiongkok, sebagaimana dilaporkan Detik iNET.
Ketua RT 08 RW 04 Malaka Jaya, Taufiq Supriadi, mengatakan bahwa sistem keamanan lingkungannya merupakan pendekatan modern berbasis pemantauan.
"Ini siskamling modern kami," ujar Taufiq Supriadi, Ketua RT 08 RW 04 Malaka Jaya.
Menurut Detik iNET, program di RT tersebut mencakup biopori yang tertata, budidaya ikan lele dan gurame di selokan, serta kandang ayam tanpa bau tak sedap, bahkan CCTV dipasang sejak masuk ke gang RT.
Taufiq Supriadi menyebut kebutuhan biaya untuk program, termasuk instalasi pengelolaan air limbah (IPAL), yang untuk satu program dapat mencapai Rp 177 juta, sebagaimana diuraikan Detik iNET.
"Untuk area A ini bersihnya Rp 2,1 miliar dan yang area E Rp 2,2 miliar. Pak RT jadi Robin Hood, saya sih sudah bayar DP," terangnya Taufiq Supriadi, Ketua RT 08 RW 04 Malaka Jaya.
Detik iNET melaporkan bahwa ketua RT mengaku belum ada dana bantuan pemerintah yang masuk. Namun, pemerintah mengerahkan pelatihan tenaga kerja terkait budidaya lele di lingkungan RT 08.
RT 08 juga menyediakan aplikasi dan website bernama RTOnline untuk sarana informasi dan transparansi. Warga bisa memantau cashflow, termasuk sumber pemasukan hingga pengeluaran, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
"Di sini, warga bisa melihat transparan laporan keuangan kita, warganya ada berapa. Kemudian kita bantu validasi data bansos," kata Taufiq Supriadi, Ketua RT 08 RW 04 Malaka Jaya.
Pengamanan di RT juga melibatkan pemantauan CCTV di sejumlah titik dan kemampuan warga memantau melalui handphone, plus speaker toa di gang RT, seperti dijelaskan Detik iNET.
"Kita ada CCTV di 16 titik, ada juga di handphone para warga bisa pantau. Ada speaker toa. Jadi kalau ada orang berbaju hitam mencurigakan, saya hidupin mikrofon, "Ting-tong-ting-tong, Bapak yang berbaju hitam, tolong bergeser dari posisi Anda sekarang", bapaknya pergi. Pernah kejadian," katanya Taufiq Supriadi, Ketua RT 08 RW 04 Malaka Jaya.
Detik iNET juga memuat latar belakang Taufiq Supriadi dengan sejumlah gelar serta pendidikan, termasuk IPK 3,57 dari magister Teknik Geodesi Geomatika di Institut Teknologi Bandung, dan IPK sempurna di S3 Ilmu Hukum di Universitas Pelita Harapan serta Ilmu Akuntansi di Universitas Padjajaran.
Ketua RT mengaitkan penerapan ilmu geodesi dengan efektivitas sumur resapan dalam dan biopori untuk mengembalikan air ke dalam tanah, menurut keterangan yang dimuat Detik iNET.
"Jadi ilmu geodesi saya, saya coba diaplikasikan di lingkungan. Ternyata sumur resapan dalam dan biopori itu efektif mengembalikan air ke dalam Bumi," aku Taufiq Supriadi, Ketua RT 08 RW 04 Malaka Jaya.
Detik iNET menuliskan testimoni warga yang menyebut perubahan kualitas air kamar mandi menjadi lebih bening serta mesin yang tidak pernah lagi menimbulkan gangguan meski masih memakai mesin lama.
"Testimoni warga sebelah ini, usianya 84 tahun. Testimoni beliau begini, "Pak RT air kamar mandi kami menjadi lebih bening,". Yang kedua mengatakan mesinnya sudah tidak pernah ngerong-rong lagi, padahal mesinnya masih pakai mesin yang lama," lanjutnya Taufiq Supriadi, Ketua RT 08 RW 04 Malaka Jaya.