RSUD Ruteng Tanggapi Komentar Dokter Beni Usai Insiden Pasien BPJS
Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng memberikan tanggapan terkait unggahan kontroversial dokter Beni Christian Sihombing yang mengomentari keluhan seorang pasien pengguna BPJS Kesehatan di media sosial Threads, dilansir dari Detikcom, Rabu (5/8/2026).
Unggahan tersebut menyita perhatian publik setelah pasien bernama Yurizal Tri Chaerawan mengeluhkan masa tunggu ruangan perawatan selama delapan jam pada 23 Juli 2026, sebelum akhirnya dikabarkan meninggal dunia pada 31 Juli 2026.
Staf Humas RSUD Ruteng Yohana RD Mari membenarkan status kepegawaian tenaga medis tersebut di rumah sakit. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa peristiwa pelayanan yang dikeluhkan pasien tersebut tidak terjadi di RSUD Ruteng.
"Dokter sementara (di RSUD Ruteng). Nanti saya cross-check mereka punya posisi," ujar Yohana, Staf Humas RSUD Ruteng.
Pihak manajemen RSUD Ruteng juga menyatakan tidak akan merilis pernyataan atau klarifikasi resmi secara lembaga. Hal ini disebabkan komentar yang disampaikan oleh dokter Beni ditulis melalui akun pribadi di luar kapasitas resmi rumah sakit.
"Tidak ada klarifikasi resmi dari rumah sakit karena itu Threads pribadi dokter, tidak melalui akun rumah sakit atau humas rumah sakit," tutur Yohana, Staf Humas RSUD Ruteng.
Sebelumnya, dalam komentar yang ditulis melalui akun @bennychrstn, dokter Beni sempat memberikan respons kritis terhadap keluhan antrean ruangan perawatan yang disampaikan oleh almarhum Yurizal.
"Kalo full, mau dipindahkan ke mana? mau di lantai? Gk ada hubungannya sama BPJS atau nggak. BPJS yg make banyak, otomatis yg dirawat juga banyak, ga cuma u sendiri.
Kalo mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong. Ngeselin dah, nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha bantuin, masyarakatnya malah gini," komentar Beni Christian Sihombing, Dokter RSUD Ruteng.
Usai menuai kritik luas dari masyarakat dan warganet, dokter Beni menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui akun media sosial pribadinya serta menyampaikan dukacita kepada keluarga almarhum.
"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas ketikan saya di Threads. Saya juga menyampaikan turut berdukacita kepada pemilik utas, yaitu almarhum Yurizal. Saya berdoa semoga segenap keluarga diberikan penghiburan," kata Beni Christian Sihombing, Dokter RSUD Ruteng.
Ia juga menegaskan kesiapannya untuk menjalani seluruh proses kedisiplinan maupun sanksi etik dari organisasi profesi serta instansi terkait atas tindakan yang dilakukannya.
"Saya bertanggung jawab penuh atas segala tulisan yang saya buat. Dan jika pun nanti ada proses hukum, saya akan mengikutinya tanpa pembelaan ataupun menyewa pengacara, itu tidak, tidak akan. Dan saya juga siap menerima konsekuensi dari Rumah Sakit, dari IDI, MKEK, pengadilan ataupun instansi lain," lanjut Beni Christian Sihombing, Dokter RSUD Ruteng.