Rachmah Ida Ungkap Risiko Media Sosial Bagi Anak dan Peran Penting Keluarga

Share

Penggunaan media sosial kini telah merambah ke berbagai kalangan usia, termasuk anak-anak. Namun, keberadaan platform digital ini menyimpan berbagai risiko yang mengintai para pengguna usia dini.

Guru Besar Media Prof Dra Rachmah Ida M Comms PhD menyatakan bahwa sejumlah orang tua sudah mengenalkan dunia digital kepada anak-anak mereka. Padahal, anak-anak tersebut belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai risiko yang ada di dalamnya, seperti dilansir dari Detikcom.

Ancaman dari predator digital serta eksploitasi terhadap anak menjadi salah satu risiko nyata di dunia maya. Menurut Prof Ida, para pelaku kejahatan ini dapat memanfaatkan beragam informasi pribadi yang tersebar di jejaring sosial.

Selain ancaman keamanan, penggunaan media sosial yang melewati batas juga berpotensi mengganggu kesehatan mental anak. Banyak anak maupun remaja kini merasa lebih nyaman beraktivitas di ruang digital, sehingga kehilangan kesempatan berinteraksi sosial secara langsung.

"Media sosial membuat sebagian anak merasa cukup dengan dunia digitalnya. Akibatnya, mereka berisiko mengalami alienasi sosial karena berkurangnya interaksi langsung dengan lingkungan sekitar," jelasnya dalam laman Unair dikutip Jumat (12/6/2026).

Fenomena ini dapat mengganggu perkembangan anak dalam membangun hubungan sosial, mengasah empati, serta melatih keterampilan komunikasi yang diperlukan di kehidupan sehari-hari. Pada jangka panjang, situasi tersebut berisiko membentuk karakter yang individualistis dan membuat anak kesulitan memahami emosi.

Kebutuhan Pendampingan Keluarga dan Peran Sekolah

Prof Ida menegaskan bahwa keluarga memegang peran krusial dalam membentuk kebiasaan bermedia sosial yang sehat. Orang tua dituntut hadir mendampingi sekaligus mengawasi anak agar mereka memahami sisi manfaat serta risiko dari teknologi tersebut.

Sektor pendidikan pun memegang tanggung jawab untuk memperkuat hubungan sosial anak di dunia nyata. Lembaga sekolah perlu aktif mendorong para siswa agar mengutamakan komunikasi langsung di lingkungan sekitar.

Kemampuan literasi digital juga dinilai penting bagi masyarakat, meliputi kecakapan memilah informasi, memverifikasi sumber tepercaya, melindungi data pribadi, hingga membangun ketahanan terhadap hoaks.

"Gunakan media sosial secara bijak, seperlunya, dan dengan kesadaran penuh terhadap risiko yang ada. Bijak bermedia sosial menjadi kunci agar tetap menjadi ruang yang sehat, bukan ruang yang mengendalikan penggunanya," jelasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author