Rieke Diah Pitaloka Tinjau Pembinaan Napi Lapas IIA Karawang
Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang, Jawa Barat, pada Jumat (31/7). Dilansir dari Detikcom, peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung fasilitas serta program pembinaan warga binaan di lokasi tersebut.
Saat berkeliling, Rieke menemukan seorang narapidana yang menyatakan ingin tetap bekerja di dalam lingkungan lapas meskipun masa hukumannya telah usai. Narapidana tersebut beralasan ingin terus menimba bekal ilmu dan keterampilan mandiri selama berada di tempat pemasyarakatan.
Kejadian tersebut berawal saat Rieke menyapa salah satu warga binaan yang sedang menjalani aktivitas program kerja di area lapas.
"Mau kerja di sini ya?" tanya Rieke.
Warga binaan tersebut memberi jawaban singkat mengenai keinginannya untuk tetap bekerja di dalam lapas.
"Betul," jawab si napi.
Mendengar respons tersebut, Rieke memberikan dorongan semangat agar warga binaan terus memperbaiki diri dan memanfaatkan fasilitas pelatihan yang ada.
"Ada juga ya nggak mau pulang, mau kerja di sini. Yang kuat ya, Pak, ya. Semangat, diperbaiki semuanya. Di sini dapat ilmu?" tanya Rieke lagi.
Narapidana itu pun mengonfirmasi bahwa dirinya mendapatkan ilmu selama menjalani masa tahanan.
"Alhamdulillah," jawab napi tersebut.
Selain berbincang dengan narapidana, Rieke memeriksa berbagai sarana pendukung mulai dari dapur, klinik, hingga kegiatan budi daya ikan, peternakan, dan pertanian. Politikus tersebut menekankan pentingnya pemenuhan hak warga binaan yang ditunjang oleh kecukupan jumlah tenaga kerja dan medis.
"Hak warga binaan harus dipenuhi dengan baik. Namun hal tersebut juga perlu didukung oleh jumlah pegawai yang memadai sesuai beban kerja. Pada layanan kesehatan, misalnya, tentu dibutuhkan tenaga medis yang cukup dan berkompeten agar pelayanan yang diberikan benar-benar optimal," ucap Rieke.
Rieke mengapresiasi keberhasilan Lapas Karawang dalam menjalankan program ketahanan pangan sebagai bekal keterampilan warga binaan. Program pembinaan produktif ini merujuk pada 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto guna mendukung swasembada pangan nasional.
Kepala Lapas Kelas IIA Karawang Ma'ruf Prasetyo menyambut baik kedatangan anggota DPR tersebut dan menilai peninjauan itu memberikan dampak positif bagi jajarannya.
"Kunjungan Ibu Rieke Diah Pitaloka menjadi energi positif bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, mulai dari makanan, layanan kesehatan, hingga pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku dan kemandirian," ujar Ma'ruf.
Pihak lapas berkomitmen untuk mengoptimalkan lahan yang tersedia demi mendukung program kemandirian warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.
"Kami akan terus mengoptimalkan lahan yang ada, memperkuat program pembinaan kemandirian, serta memastikan warga binaan memperoleh bekal keterampilan yang bermanfaat. Dengan demikian, pemasyarakatan tidak hanya menjadi tempat menjalani pidana, tetapi juga menjadi tempat belajar, berkarya, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat," pungkas Ma'ruf.