Restoran Vietnam di Singapura Rugi Rp4 Juta Akibat Bukti Transfer Palsu
Restoran Vietnam Ăn Là Ghiền di Geylang, Singapura, rugi senilai S$288,85 atau sekitar Rp4 juta setelah menerima bukti pembayaran palsu dari seorang pelanggan pada 12 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Food.
Aksi penipuan ini bermula saat pelaku menghubungi pihak restoran sekitar pukul 17.14 waktu setempat untuk memesan makanan secara bungkus melalui tautan menu. Pihak restoran lantas mengirimkan kode QR pembayaran pada pukul 17.50, yang kemudian dibalas pelaku tujuh menit setelahnya dengan tangkapan layar bukti transaksi yang tampak berhasil.
Pihak restoran lantas menyiapkan pesanan dan mengirimkannya via kurir ke alamat tujuan sekitar pukul 19.00. Namun, pemilik rumah di alamat tersebut menolak pesanan karena merasa tidak pernah memesan makanan, sementara pelaku tetap bersikeras kepada staf dan kurir bahwa alamat itu sudah benar.
Kecurigaan kurir membuat pesanan makanan tersebut dibawa kembali ke restoran. Pemilik restoran, Yuki Tran, baru mengetahui kejanggalan ini pada pukul 19.05 dan langsung memeriksa rekening bank operasional usaha miliknya.
Hasil pemeriksaan mengonfirmasi bahwa dana sebesar S$288,85 sama sekali belum masuk ke rekening, meski pelaku telah mengirimkan bukti transfer.
"Sekarang saya harus lebih banyak memeriksa rekening untuk setiap transaksi ke depannya," ujar Yuki, Pemilik Restoran Ăn Là Ghiền.
Saat diminta foto bukti lanjutan serta alasan kegagalan transaksi, pelaku terus berdalih hingga Yuki mengancam akan melapor ke pihak berwajib. Situasi memburuk setelah pelaku diduga menyampaikan komentar seksual kepada Yuki, dan Kepolisian Singapura kini mengonfirmasi telah menerima laporan serta tengah melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.