5 Restoran Unik di Jakarta Tempati Bangunan Bersejarah Era Kolonial

Share

Jakarta memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 pada tahun ini. Momen ini menjadi waktu yang tepat untuk menikmati kuliner sekaligus menelusuri jejak sejarah di ibu kota.

Di tengah kawasan gedung pencakar langit, sejumlah restoran dan kafe tetap berdiri kokoh menempati bangunan peninggalan era kolonial Belanda yang berusia puluhan hingga ratusan tahun.

Tempat-tempat makan ini menawarkan suasana klasik yang memikat. Ragam hidangan yang disajikan mulai dari kuliner tradisional Indonesia hingga perpaduan makanan Barat.

Pilihan destinasinya cukup beragam, mulai dari kedai kopi di area museum, restoran fine dining, hingga tempat ikonik di Kota Tua. Dilansir dari Detik Food, berikut adalah lima restoran unik di Jakarta yang menggunakan gedung bersejarah era kolonial.

House of Tugu yang berada di kawasan Kota Tua Jakarta menjadi pilihan menarik bagi yang ingin bersantap dengan nuansa sejarah. Destinasi kuliner ini mulai dibuka sejak November 2024.

Gedung ini dahulunya merupakan milik seorang saudagar Tionghoa bernama Oei Tiong Ham. Bangunan kuno tersebut sempat dialihfungsikan menjadi gudang gula hingga kantor perusahaan.

Saat ini, bangunan peninggalan sejarah tersebut dipugar menjadi hotel bintang lima. Tempat ini juga menjadi destinasi kuliner yang menyimpan koleksi ratusan benda antik dari abad ke-19.

Daya tarik utamanya terletak pada Jajaghu Restaurant yang mengusung konsep kemegahan Kerajaan Majapahit. Bagian interior restoran dirancang penuh dengan nuansa budaya serta sejarah Indonesia.

Menu makanan yang tersedia sangat bervariasi, mulai dari udang goreng hingga soto ayam khas Lamongan. Hidangan di tempat ini ditawarkan dengan kisaran harga mulai Rp100.000++.

Restoran ini dilengkapi dengan fasilitas cocktail bar, private dining room, serta lounge. Fasilitas tersebut dapat digunakan untuk acara santap biasa maupun agenda spesial.

2. Cafe Batavia

Cafe Batavia berlokasi tepat di depan Museum Fatahillah dan menjadi salah satu ikon kuliner di Kota Tua Jakarta. Letaknya tidak jauh dari House of Tugu.

Restoran ini menempati bangunan peninggalan Belanda yang didirikan sejak tahun 1805. Gedung kuno tersebut sempat terbengkalai sebelum akhirnya dilakukan pemugaran.

Setelah mengalami beberapa kali pergantian kepemilikan, gedung ini dialihfungsikan menjadi restoran. Tempat makan legendaris ini mulai dibuka untuk masyarakat umum pada tahun 1993.

Suasana nostalgia Jakarta tempo dulu dihadirkan melalui interior bergaya kolonial yang dipadukan dengan koleksi foto lawas. Menu makanan di tempat ini menggabungkan cita rasa lokal dan pengaruh kuliner Belanda.

Beberapa menu yang ditawarkan antara lain rujak kepiting, nasi goreng roa, putri mandi, hingga ronde. Harga hidangan di tempat ini dibanderol mulai dari kisaran Rp80.000 per porsi.

3. Plataran Menteng

Plataran Menteng menjadi rekomendasi lain bagi pencinta kuliner Nusantara di bangunan bersejarah. Restoran yang berada di kawasan Jakarta Pusat ini mulai beroperasi sejak tahun 2017.

Gedung megah ini dahulu pernah digunakan sebagai asrama mahasiswa Universitas Indonesia. Bangunan tersebut kemudian dibeli oleh Dokter Lukito Husodo sebelum berpindah tangan ke pihak lain.

Proses pemugaran bangunan dilakukan tanpa mengubah karakter asli arsitekturnya. Pihak Plataran Menteng tetap mempertahankan keaslian gedung, termasuk menjaga pohon mangga tua yang telah berusia lebih dari delapan dekade.

Interior restoran memancarkan kesan klasik dan nyaman. Suasana ini dinilai cocok untuk agenda makan bersama keluarga maupun pertemuan rekan bisnis.

Pilihan menu yang tersedia di antaranya lumpiang Gang Lombok, salad terong cincang ayam, pindang serani, dan nasi goreng rengginang. Selain itu, ada pula rendang ayam Batu Sangkar serta tumis ciciwis Cianjur dengan harga mulai Rp100.000 per menu.

4. Bunga Rampai

Restoran Bunga Rampai menempati sebuah rumah bergaya kolonial di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Rumah kuno tersebut diketahui telah berdiri sejak awal tahun 1900-an.

Gedung ini memiliki nilai sejarah karena pernah digunakan sebagai tempat pertemuan para pejabat negara. Pada tahun 2007, desainer interior Agam Riadi merenovasi bangunan ini menjadi sebuah restoran.

Proses renovasi dilakukan tanpa mengubah bentuk asli bangunan agar nuansa klasiknya tetap terjaga. Bagian interiornya memadukan gaya kolonial dengan sentuhan budaya Tionghoa peranakan yang elegan.

Bunga Rampai menyajikan beragam masakan khas Nusantara. Menu yang tersedia meliputi tumis pare telur asin, sayur lodeh gedongan, ayam tangkap khas Aceh, udang kenari, hingga sate maranggi. Sebagian menu di restoran ini dibanderol dengan harga sekitar Rp200.000 untuk porsi sharing.

5. Tugu Kunstkring Paleis

Tugu Kunstkring Paleis menempati bangunan megah peninggalan kolonial yang didirikan sejak tahun 1914 di Jakarta Pusat. Gedung ini dahulunya dikenal dengan nama Bataviasche Kunstkring.

Pada tahun 2013, bangunan bersejarah ini dihidupkan kembali dengan fungsi baru sebagai restoran dan galeri seni. Suasana klasik dengan dekorasi artistik memberikan pengalaman bersantap yang unik bagi pencinta seni dan sejarah.

Salah satu sajian andalan di tempat ini adalah Betawi Rijsttafel yang menyajikan aneka hidangan tradisional dalam satu rangkaian servis. Pilihan menu lainnya meliputi Kippen Batavia Tangkar, bistik sapi ala Indonesische Biefstuk, sate ayam Madura, opor bebek, hingga kari ikan barramundi dengan harga mulai Rp100.000 per porsi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author