5 Restoran Tertua di Indonesia yang Eksis Sebelum Kemerdekaan
Sejumlah restoran di Indonesia telah beroperasi jauh sebelum proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Tempat-tempat makan legendaris ini menjadi saksi bisu lintasan sejarah mulai dari masa penjajahan Belanda, pendudukan Jepang, hingga era modern.
Hingga kini, beberapa restoran lawas tersebut masih mempertahankan eksistensinya sebagai destinasi kuliner favorit pemburu nostalgia. Dikutip dari Detik Food, cita rasa menu autentik tetap dijaga ketat secara turun-temurun oleh lintas generasi pengelolanya.
Restoran yang terletak di Jl. Braga No. 58, Kota Bandung ini pertama kali berdiri pada tahun 1918 dengan nama Maison Bogerijen. Kehadirannya yang sudah mencapai lebih dari seabad menjadikannya salah satu tempat makan tertua di tanah air.
Pengunjung dapat menikmati hidangan khas Eropa yang dipadukan dengan selera lokal, seperti steak, bistik lidah, nasi goreng spesial, dan aneka pastry. Suasana tempo dulu diperkuat oleh arsitektur bangunan yang mempertahankan gaya kolonial Belanda.
Untuk menikmati sajian di Braga Permai, konsumen perlu merogoh kocek sekitar Rp50 ribu hingga Rp250 ribu per menu.
2. Restoran Eka Ria (Jakarta)
Restoran Eka Ria menempati posisi sebagai salah satu penyedia Chinese food tertua di Jakarta sejak berdiri pada tahun 1925. Konsistensi rasa dan mutu bahan baku menjadi kunci utama restoran ini tetap dipadati pelanggan selama satu abad.
Menu populer yang sering dipesan oleh pengunjung meliputi ayam garam, sapo tahu, gurame saus asam manis, hingga kepiting lada hitam. Restoran ini berlokasi di Jl. KH Zainul Arifin No. 21A-23, Gambir, Jakarta Pusat dengan kisaran harga makanan Rp60 ribu hingga Rp300 ribu.
3. Sumber Hidangan (Bandung)
Berdiri sejak tahun 1929 di Jl. Braga No. 20-22, Bandung, tempat ini pada awalnya menggunakan nama Het Snoephuis. Toko roti dan kedai es krim ini dikenal sangat konsisten dalam mempertahankan resep klasik dari zaman kolonial.
Sajian otentik yang ditawarkan antara lain poffertjes, roti gambang, kue kering khas Belanda, serta es krim rumahan tradisional. Interior ruangan yang sederhana sengaja tidak diubah selama puluhan tahun demi membawa pengunjung kembali ke masa lalu.
Harga kudapan di Sumber Hidangan tergolong ramah di kantong, yakni berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp50 ribu saja per buah.
4. Toko Oen (Malang)
Toko Oen yang didirikan pada awal tahun 1930-an telah menjelma menjadi ikon kuliner bersejarah di Kota Malang. Suasana nostalgia terasa sangat kental karena bangunan beserta perabot furnitur asli tetap dipertahankan sejak awal buka.
Sajian andalan yang paling diburu wisatawan adalah es krim homemade dengan resep warisan masa kolonial. Selain es krim, tersedia pula menu steak, belegde broodjes atau roti isi Belanda, risoles, dan kuliner Eropa klasik lainnya.
Restoran yang mematok harga menu sekitar Rp30 ribu hingga Rp150 ribu ini bertempat di Jl. Jenderal Basuki Rahmat No. 5, Klojen, Kota Malang.
5. Tip Top Restaurant (Medan)
Cikal bakal Tip Top Restaurant bermula dari sebuah toko roti bernama Jangkie yang didirikan pada tahun 1929. Usaha kuliner ini kemudian berpindah ke Jalan Kesawan pada tahun 1934 dan berganti nama menjadi Tip Top Restaurant.
Restoran di Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 92 A-B, Kota Medan ini menyajikan bistik lidah sapi, nasi goreng spesial, es krim klasik, serta aneka kue. Proses pembuatan roti dan kue di tempat ini masih menggunakan peralatan dan teknologi lama sejak zaman kolonial.
Setiap menu makanan dan minuman di Tip Top Restaurant ditawarkan dengan harga mulai dari Rp20 ribu hingga Rp100 ribu.