by

Relawan Zaiful-Sudibyo Ingatkan Kembali Sikap Bawaslu: “Jangan Main Api”

Relawan Zaiful-Sudibyo kembali mengingatkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menjaga integritas dan sikap independen dalam mencermati gejolak yang muncul menjelang Pilkada 9 Desember mendatang.

“Yang melanggar aturan, jangan tebang pilih. Kami ingatkan sekali lagi jangan tebang pilih. Jangan pula cari-cari “koreng” dan menghalalkan segala cara untuk memojokan pasangan kami. Ingat jangan main api,” timpal Retno Salahudin salah satu relawan Zaiful-Sudibyo.

Warga Pasir Sakti Lampung Timur itu menegaskan, ada berapa hal yang terkesan tidak ditindaklanjuti dalam temuan dan laporan dari tim relawan 02.

Salah satunya adalah pertemuan kepala desa dengan pasangan calon nomor urut 3 di salah satu rumah makan di Kota Metro.

Baca Juga  Pilih yang Jelas dan Terbukti, Jangan yang Pintar Jualan "Minyak"

“Kalau alasannya lokasi di luar Lampung Timur, ini tak masuk akal. Bisa jadi calon lain bebas mengumpulkan massa teremasuk Kades di luar wilayah Lampung Timur. Apa diperbolehkan begitu?” tandasnya.

Belum lagi persoalan adanya sembako. Yang berisi minyak goreng “Jujur” yang menyebar di beberapa daerah.

“Buktinya sudah ada. Dan Bawaslu telah menerima laporan. Lalu hasilnya bagaimana, ada penindakan? sanksi atau hal lain? sampai sekarang tidak ada. Hanya ada pemanggilan calon, dan Bawaslu tidak pula melanjutkan kasus ini untuk mencari dalangnya,” tandasnya.

Relawan Zaiful-Sudibyo juga telah mendapatkan bukti adanya keterlibat Wakil Gubernur Lampung Nunik dalam rangkaian menyukseskan calon nomor urut 3.

Salah satunya dengan berkampanye tanpa mengindahkan protokol kesehatan. Padahal pemerintah pusat berulangkali mengingatkan hal ini.

“Silahkan sebagai pimpinan partai untuk kampanye. Tapi benar tidak caranya. Ada izin cuti kampanyenya tidak? Ada sanksinya tidak? di Jakarta orang melanggar prokes disanksi Rp500 juta lho. Ini wakil gubernur. Ingat Bawaslu jangan tebang pilih ya, kami ingatkan,” tandasnya.

Sebelumnya, Joko Ismursandy selaku pelapor menjelaskan, pihaknya telah mendatangi Bawaslu untuk melaporkan kegiatan diduga salah satu pasangan calon yang menggelar pertemuan dengan para kepala desa di Rumah Makan yang ada di Kota Metro, Selasa (29/9).

Baca Juga  Jurus Bang Ipul Tuntaskan Stunting Jika Kembali Memimpin Lamtim

Menurutnya, sebagai kepala desa seharusnya netral pada Pilkada. “Kami harap Bawaslu juga menindaklanjuti laporan kami. Bila tidak tindak lanjut kami akan meneruskannya ke DKPP,”kata Joko.

Anggota Bawaslu Lamtim Winarto membenarkan laporan masyarakat tersebut. Menindaklanjutinya Bawaslu telah meminta keterangan pelapor. Untuk selanjutnya, Bawaslu akan mempelajari dan menelusuri kebenaran laporan tersebut.

Sayang hingga kini tak ada hasil dari upaya yang dilakukan Bawaslu. Dikhawatirkan cara-cara Bawaslu ini akan menuai reaksi dari massa. Apalagi jika sikap dan langkahnya berpihak pada salah satu pasangan calon. (man/tap)

Baca Juga