Rektor ITB Usulkan Penguatan Alokasi Beasiswa LPDP Dalam Negeri

Share

Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Dr Ir Tatacipta Dirgantara mengusulkan penguatan alokasi Beasiswa LPDP untuk perguruan tinggi dalam negeri kepada Komisi X DPR RI pada Sabtu (11/7/2026), demi menjaga talenta terbaik bangsa. Usulan tersebut disampaikan langsung dalam Kunjungan Kerja Spesifik Panitia Kerja Revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas), sebagaimana dilansir dari Detikcom. Skema pembiayaan LPDP saat ini dinilai lebih mendorong mahasiswa memilih kampus asing, sehingga manfaat riset justru lebih banyak dinikmati instansi luar negeri.

Sebagai solusi atas ketimpangan tersebut, Tatacipta menyarankan pengalihan sebagian alokasi beasiswa ke skema double degree atau joint degree. Melalui metode ini, mahasiswa dapat membagi waktu pendidikan dan riset antara di Indonesia dan universitas mitra luar negeri.

Tatacipta juga menyoroti pentingnya dukungan negara agar Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) dapat menjaring mahasiswa secara adil. Kebijakan afirmatif, bantuan dana, serta sistem akademik yang ketat diperlukan untuk mendukung calon mahasiswa berpotensi yang memiliki keterbatasan ekonomi, geografis, maupun sosial.

"Basisnya adalah kemampuan akademik, bukan kemampuan ekonomi. Maka, keberpihakan negara untuk memastikan semua talenta terbaik memperoleh akses pendidikan yang berkualitas menjadi sangat penting," tegas Tatacipta. Berdasarkan data penerimaan tahun 2025/2026, ITB tercatat telah menerima mahasiswa dari 32 provinsi di Indonesia. Komposisi tersebut mencakup 33 mahasiswa dari wilayah 3T, 10 mahasiswa jalur afirmasi pendidikan, serta 451 mahasiswa penerima KIP Kuliah.

Demi menjangkau seluruh lapisan masyarakat, Tatacipta menyarankan sistem pembiayaan pendidikan tinggi yang berlapis dan terintegrasi. Akses SSU di ITB saat ini juga telah dibuka dengan memberikan dukungan khusus bagi peserta KIP Kuliah dan afirmasi 3T. "Skema yang paling efektif adalah kombinasi KIP-Kuliah, beasiswa unggulan, keringanan biaya, dana lestari, dan dukungan industri. ITB juga membuka akses SSU dengan dukungan untuk peserta KIP Kuliah dan afirmasi 3T," kata Tatacipta.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author