Reda Manthovani Raih Penghargaan Bakti Koperasi Pradana Nayaka 2026

Share

Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejagung Reda Manthovani menerima penghargaan Bakti Koperasi Pradana Nayaka pada ajang Koperasi Awards 2026 di Hotel St Regis, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026) malam, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh putri Bapak Koperasi Indonesia Mohammad Hatta, Halida Hatta. Menerima apresiasi tersebut, Reda mengaku sempat merasa bingung sekaligus terharu atas penghargaan di bidang koperasi yang ditujukan kepada jajaran kejaksaan.

"Saya juga terharu dan bingung juga nih, kenapa jaksa dapat Koperasi Award," ujar Reda Manthovani, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejagung.

Pihaknya menilai langkah yang dilakukannya merupakan bentuk pengimplementasian visi Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita nomor 6, yaitu membangun dari desa untuk kesejahteraan masyarakat.

"Sebenarnya saya belum layak nih dapat ini ya. Karena sebenarnya, saya cerita ke Bapak-Ibu semua, ini saya cuma mengaplikasikan pemikirannya Presiden Prabowo dalam Asta Citanya nomor 6, membangun dari desa, membangun dari bawah untuk kesejahteraan rakyat atau masyarakat," tutur Reda Manthovani, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejagung.

Keterlibatan instansi kejaksaan berawal dari program 'Jaga Desa' yang bersinergi dengan Kementerian Koperasi untuk memantau tata kelola keuangan desa. Program ini kemudian berkembang pada penguatan ekonomi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

"Akhirnya apa yang ada di pikiran saya? Bahwa koperasi ini merupakan ekosistem bisnis atau usaha ya di desa yang sesuai Asta Cita. Bagaimana mewujudkannya dalam konteks yang nyata? Akhirnya saya dengan Pak Menkop jalan-jalan ke beberapa daerah," cerita Reda Manthovani, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejagung.

Salah satu proyek percontohan yang menjadi fokus berada di Kabupaten Tangerang dengan mengintegrasikan KDMP bersama sektor peternakan hingga pertanian memanfaatkan dana CSR.

"Di sebelah koperasi itu kita gerakkan masyarakat untuk membangun ayam 1.000 ekor ayam petelur. Terus ada juga bantuan dari Kementerian KKP, kolam mini ras untuk ikan-ikan ini. Hasilnya bisa langsung dijual ke Koperasi Merah Putih yang enggak jauh lokasinya," jelas Reda Manthovani, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejagung.

Ekosistem tersebut dikembangkan untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), di mana hasil bumi dari lahan yang diberdayakan disalurkan langsung ke ekosistem koperasi.

"Di dekat situ ada juga SPPG untuk dapur MBG (Makan Bergizi Gratis). Jadi muter. Inilah ekosistem yang saya lihat pemikirannya Pak Prabowo yang saya coba kecil-kecilan saya terapkan di sini. Walaupun bukan tupoksinya jaksa ini," kelakar Reda Manthovani, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejagung.

Konsep penguatan ekosistem ekonomi desa yang telah diterapkan di Kabupaten Tangerang dan Kalimantan Tengah ini diharapkan dapat direplikasi secara luas ke berbagai daerah lain di Indonesia.

"Harapannya sekali lagi konsep yang sederhana ini kita bisa getok tularkan, copy paste ke daerah-daerah lain agar Koperasi KDMP yang dibangun Pak Menteri Koperasi beserta jajarannya bisa kita perkuat dengan ekosistem ekonomi yang sehat dan makmur untuk rakyat Indonesia semuanya," pungkas Reda Manthovani, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejagung.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author