oleh

Rawan, TPS Bertambah 2020 Titik, Tersebar di 264 Desa

Jumlah tempat pemungutan suara (TPS) pada pemilihan bupati dan wakil bupati Lampung Timur mencapai 2020 titik. Tentu saja dengan sebaran ini, perlu pengawasan ketat. Khususnya bagi tim sukses kandidat, untuk bekerja ekstra meng-cover pengamanan suara.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung Timur Wasiat Jarwo menjelaskan, semula jumlah TPS untuk Pilkada 9 Desember 2020 mendatang direncanakan sebanyak 1.500 titik.

Namun, bersarkan hasil rapat dengar pendapat antara Komisi II DPRRI dengan Kementerian Dalam Negeri, KPU, Bawaslu dan DKPP pada 3 Juni 2020 lalu diputuskan, untuk setiap TPS maksimal 500 pemilih. Hal itu, untuk mencegah pandemi corona virus disease (Covid-19).

Dilanjutkan, menindaklanjuti hasil rapat dengar pendapat itu, KPU Lamtim telah melakukan penghitungan ulang kebutuhan TPS. Hasilnya, kebutuhan TPS untuk Pilkada mendatang meningkat dari 1.500 menjadi 2020 titik yang tersebar di 264 desa.

Baca Juga  Rajin Belusukan sejak Dulu, Mas Dibyo: Gusti Allah Mboten Sare

KPU setempat mulai melakukam penghitungan ulang kebutuhan tempat pemungutan suara (TPS) untuk pemilihan bupati dan wakil bupati.

Ketua Komisioner KPU Lamtim Wasiat Jarwo Asmoro menjelaskan, penghitungan ulang jumlah TPS itu merupakan tindak lanjut hasil rapat dengar pendapat antara Komisi II DPRRI dengan Kementerian Dalam Negeri, KPU, Bawaslu dan DKPP pada 3 Juni 2020 lalu.

Dilanjutkan, sesuai hasil rapat dengar pendapat tersebut antara lain disepakati dalam rangka penerapan protokol kesehatan Covid-19, maka untuk setiap TPS maksimal 500 pemilih.

Sedangkan, asumsi jumlah TPS untuk Pilbup di Lamtim mencapai 1.500. Itu didasarkan pada Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) yang mencapai 825.515. Bila berdasarkan jumlah DP4 tersebut, maka jumlah TPS dengan pemilih yang lebih dari 500 mencapai 1.351.

Baca Juga  Dihadapkan dengan Gugatan, KPU Penuhi Panggilan PTUN

”Menindaklanjuti hasil rapat dengar pendapat tersebut, saat ini kami masih menghitung ulang jumlah TPS,” jelas Wasiat Jarwo.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Lampung Erwan Bustami mengatakan, pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah 2020 kelompok rentan akan mendapatkan prioritas dalam menyalurkan hak pilih.

”Pemilihan kepala daerah tahun ini memiliki perbedaan cukup signifikan, sebab dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19, sehingga kami akan memperhatikan kembali kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas,” ujar Erwan Bustami.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan pemilihan, penyandang disabilitas terutama lansia yang rentan terjangkit Covid-19 akan mendapatkan prioritas untuk menggunakan hak pilihnya, guna mengantisipasi terjadinya penularan.

”Selama ini penyandang disabilitas dan lansia yang memiliki hak suara telah menjadi prioritas kami, namun melihat situasi saat ini kami akan meningkatkan perhatian agar tidak terjadi kasus COVID-19 saat pemilihan berlangsung,” katanya.

Baca Juga  Paslon Keren Itu Adu Program Bro! Bukan Pamer Kerumunan Massa

Menurutnya, sesuai dengan desain yang ada, Komisi Pemilihan Umum akan memadupadankan dan menyesuaikan sejumlah aturan yang ada dengan penerapan protokol kesehatan ketat. ”Banyak perubahan yang akan terjadi dalam tata cara pelaksanaan ataupun aturan pemilihan, sebab penerapan protokol kesehatan akan menjadi yang utama untuk menjaga kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Erwan mengatakan, dalam tahap persiapan dan perencanaan pelaksanaan pemilihan, KPU bersama sejumlah instansi penyelenggara akan terus mensosialisasikan tata cara pemilihan kepada masyarakat.

”Tentu saja sosialisasi dan  penyempurnaan tata cara pelaksanaan akan terus disempurnakan, sebab kami berharap Pilkada kali ini tidak menimbulkan kasus baru Covid-19. Pelaksanaan pun berjalan, aman dan lancar,” ujarnya. (wid/jaz)

Baca Juga