Ratusan Siswa MPLS di Jogja Diduga Menjadi Korban Penipuan Tes TOEFL

Share

Ratusan siswa sekolah menengah di Yogyakarta diduga menjadi korban modus penipuan tes TOEFL berkedok sosialisasi saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Minggu (19/7/2026). Seperti dilansir dari Detikcom, sekitar 108 siswa mengumpulkan uang sebesar Rp 100 ribu per orang setelah tergiur tawaran potongan harga dari tarif normal Rp 400 ribu.

Aksi dugaan penipuan yang melibatkan dua petugas sosialisasi berinisial LFN dan LYN ini terungkap usai siswa memverifikasi informasi ke sekolah lain. Setelah dicek, pihak sekolah menyatakan tidak pernah mengizinkan adanya transaksi keuangan, serta menemukan bukti alamat kantor dan kuitansi pembayaran yang tercantum ternyata palsu.

Kepala Bidang Perencanaan dan Data Disdikpora DIY Suci Rohmadi menegaskan bahwa instansinya tidak berkaitan dengan kegiatan tersebut.

"Disdikpora DIY tidak pernah memberikan izin, rekomendasi, atau kerja sama resmi dengan lembaga tersebut. Pencatutan nama Dikpora dan Polda adalah tindakan ilegal dan penyesatan informasi," terang Suci melalui keterangan tertulis yang diterima detikJogja, Minggu (19/7/2026).

Atas maraknya kejadian ini, pihak dinas meminta seluruh pengelola sekolah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap oknum yang mengatasnamakan instansi resmi.

"Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dan pihak sekolah untuk tidak mudah percaya pada oknum yang membawa nama dinas tanpa disertai surat tugas resmi yang dapat diverifikasi keasliannya," sambungnya.

Penanganan kasus dugaan penipuan dalam lingkungan sekolah ini terus berjalan di tingkat daerah.

Plt Kepala Disdikpora DIY, Muhammad Setiadi menambahkan kasus ini kini tengah didalami oleh Balai Pendidikan Menengah (Baldikmen).

"Besok saya update hasil pendalaman dari Baldikmen," ujar Setiadi saat dihubungi detikJogja, Minggu (19/7).

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author