Qatar Protes Iran Terkait Serangan Kapal Tanker Gas di Selat Hormuz
Pemerintah Qatar memanggil Wakil Duta Besar Iran, Mohsen Mohammad Qanei, untuk menyampaikan protes keras terkait insiden keamanan di perairan strategis. Langkah diplomatik ini diambil setelah sebuah kapal tanker milik Doha menjadi sasaran serangan di dekat Selat Hormuz.
Dikutip dari Detikcom yang melansir Anadolu Agency, Direktur Departemen Protokol Kementerian Luar Negeri Qatar, Ibrahim bin Yousuf Fakhro, telah menyerahkan nota protes resmi kepada perwakilan Teheran tersebut pada Selasa (7/7) waktu setempat.
Nota protes dari Qatar untuk Iran itu berisi "penolakan tegas terhadap serangan tersebut".
Melalui nota diplomatik itu, otoritas Qatar mendesak Teheran untuk segera menghentikan tindakan yang membahayakan stabilitas kawasan. Selain itu, Iran diminta menahan diri demi menjaga kelancaran pasokan energi global, sembari menegaskan hak Doha melindungi aset nasionalnya.
Kementerian Luar Negeri Qatar menuntut klarifikasi segera atas peristiwa tersebut. Pemerintah Qatar mendesak Iran untuk "memberikan penjelasan mendesak terkait insiden tersebut" dan "mengambil langkah-langkah segera untuk mencegah terulangnya kejadian serupa".
Di sisi lain, Pemerintah Iran membantah terlibat dalam aksi tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa negaranya tetap memegang komitmen untuk menjaga keamanan jalur pelayaran internasional di kawasan Selat Hormuz.
"Kapal-kapal yang menggunakan rute tanpa koordinasi dengan otoritas Iran, telah mengekspose diri mereka pada risiko dan mengganggu upaya Republik Islam Iran untuk memfasilitasi lalu lintas yang aman di Selat Hormuz," tegas Baghaei dalam pernyataannya.
Kapal yang menjadi sasaran merupakan Al-Rekayyat, sebuah kapal tanker gas alam cair (LNG) yang dioperasikan oleh Nakilat. Kapal tersebut dilaporkan terkena hantaman rudal pada Senin (6/7) malam di wilayah perairan Teluk Oman.
Berdasarkan laporan Wall Street Journal (WSJ), proyektil mengenai bagian lambung kiri tepat di atas ruang mesin dan menyebabkan kerusakan material yang cukup parah. Meski demikian, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden ini.
"Kebakaran di ruang mesin dan penuh asap. Tidak dapat menilai kerusakan lebih lanjut. Seluruh awak kapal selamat dan berkumpul di sisi lambung kanan," demikian laporan WSJ.
Sementara itu, media penyiaran negara Iran, IRIB, mengklaim bahwa kapal tanker tersebut mengabaikan peringatan dari pasukan Iran saat melintas dengan kawalan militer Amerika Serikat. Sebagai respons atas rangkaian serangan di jalur laut tersebut, Amerika Serikat dilaporkan langsung menggempur sekitar 80 target yang berafiliasi dengan Iran.