Purbaya Yudhi Sadewa Bantah Rumor Mundur dari Menteri Keuangan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah kabar burung mengenai pengunduran dirinya dari jabatan Bendahara Negara dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta pada Jumat (5/6/2026).
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Purbaya guna merespons isu keliru yang beredar di masyarakat luas, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz. Sang menteri menyatakan bahwa rumor tersebut tidak memiliki dasar yang kuat.
"Saya enggak tahu dari mana gosip itu mulai timbul. Saya tuh orangnya enggak suka mundur, saya sukanya maju. Nggak ada isu itu. Mungkin kurang beralasan," kata Purbaya, Menteri Keuangan.
Purbaya mengonfirmasi bahwa dirinya telah membaca selebaran informasi terkait isu pengunduran dirinya yang beredar di publik. Ia menjelaskan adanya upaya manipulasi informasi oleh oknum tertentu yang memanfaatkan kehadirannya dalam rapat bersama presiden.
"Saya juga baca tuh selembarannya yang kertas putih itu. Itu sebagian informasinya betul, tapi sebagian juga salah. Jadi ada orang pintar yg men-twist informasi di situ, jadi kelihatannya betul karena di setiap kertas kalimat di situ saya ikut rapatnya dengan bapak presiden, tapi sebagian di-twist," jelas Purbaya, Menteri Keuangan.
Manipulasi informasi itu dinilai sengaja disebarkan pihak tertentu demi mengganggu sentimen para pelaku pasar. Di tengah situasi tersebut, Purbaya menekankan komitmennya untuk tetap menjalankan tugas di pemerintahan.
"Kami ikut perintah Bapak Presiden terus. Jadi komitmennya kuat maju terus, mundur juga maju kita," imbuh Purbaya, Menteri Keuangan.
Isu mengenai pergantian kepemimpinan di Kementerian Keuangan ini mencuat bertepatan dengan tren penurunan nilai mata uang nasional. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami tekanan yang cukup signifikan dalam perdagangan pekan ini.
Mata uang rupiah ditutup melemah pada posisi Rp18.020/US$ pada Jumat (5/6/2026). Setelah dibuka melemah sebesar 0,23 persen pada sesi pagi, pergerakan rupiah menembus batas psikologis Rp18.000/US$ dan mencatatkan rekor level terendah baru sepanjang sejarah.