Pria Texas Terancam 10 Tahun Penjara Usai Ancam Kantor Gubernur
Seorang pria berusia 35 tahun asal Texas, Joseph Roy Ozment, ditangkap dan didakwa atas tindak pidana berat tingkat tiga terkait ancaman terorisme. Pria tersebut nekat menelepon kantor Gubernur Texas lantaran tidak terima dengan kebijakan yang memblokir akses tayangan anime favoritnya, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Aksi nekat Ozment dipicu oleh kekesalannya terhadap aturan pembatasan akses internet yang berlaku di wilayah tersebut. Meski akun pribadinya telah terverifikasi berusia di atas 18 tahun, ia tetap tidak bisa mengakses konten anime yang diinginkannya.
Atas perbuatannya tersebut, Ozment kini harus menghadapi proses hukum di meja hijau. Pria itu terancam hukuman penjara hingga 10 tahun serta denda maksimal sebesar USD 10.000 jika terbukti bersalah di pengadilan.
Saat melakukan panggilan telepon ke kantor pejabat pemerintah, Ozment meluapkan amarahnya dengan nada tinggi dan kalimat kasar.
"Aku gak tahu siapa di antara kalian para bajingan yang mengesahkan undang-undang sialan yang memblokir anime-ku ini, tapi kalian semua harus mencabut aturan bodoh itu," tegas Ozment.
Ancaman fisik juga dilontarkan oleh pelaku dalam sambungan telepon tersebut karena merasa hak tontonannya dibatasi oleh regulasi pemerintah setempat.
"Kalian benar-benar konyol dengan sikap brengsek kalian. Akun Google-ku menunjukkan bahwa umurku sudah di atas delapan belas tahun, tapi kalian malah mengesahkan aturan-aturan bodoh. Aku akan menikam kalian semua satu per satu, dasar bajingan. Buka blokir anime-ku!" tegas Ozment.
Layanan streaming populer seperti Crunchyroll dan Netflix sebenarnya tidak dilarang secara total di Texas. Namun, aturan undang-undang yang disahkan pada tahun 2023 mengharuskan seluruh pengguna internet menyerahkan dokumen identitas resmi untuk membuktikan usia dewasa sebelum mengakses situs khusus.
Pembatasan konten anime dan manga di Amerika Serikat sendiri bukan hal baru. Sebagai contoh, karya populer Assassination Classroom telah dilarang dan disingkirkan dari berbagai perpustakaan fisik di beberapa wilayah, meskipun versi digitalnya masih dapat diakses melalui layanan streaming.