Pria Lansia Dibanting Setelah Usap Kepala Anak di Singapura

Share

Seorang pria lansia berusia 73 tahun dibanting oleh pria berusia 40 tahun di food court Bei-Ing Wanton Noodle, East Coast Road, Singapura, pada Sabtu, 15 Agustus 2026, sekitar pukul 16.40 waktu setempat, setelah mengusap kepala anak perempuan yang dianggap menggemaskan.

Rekaman CCTV yang diunggah oleh akun media sosial kedai mi tersebut memperlihatkan insiden yang memicu penyelidikan polisi Singapura.

Pelaku, yang diduga adalah ayah anak tersebut, terlibat percekcokan dengan korban dan ibu anak itu sebelum mendorong dan membanting pria lansia ke tanah.

Korban menjelaskan bahwa dirinya mengusap kepala anak karena menurutnya "orang tua suka mengusap kepala anak kecil." Ia juga menyebut rasa sakit di punggungnya baru muncul beberapa jam setelah insiden.

Meski merasakan sakit, korban mengaku tetap bekerja dan menggunakan obat pereda nyeri agar dapat melanjutkan aktivitasnya di kedai mi tanpa mengambil waktu libur.

Putra korban menyampaikan bahwa ayahnya memiliki riwayat cedera di kaki dan panggul. Ia menegaskan, "Meskipun kami menghargai bahwa dia akhirnya meminta maaf, ayah saya kini menderita sakit punggung yang parah setelah kejadian tersebut. Minuman dan permohonan maaf tidak bisa begitu saja menghilangkan rasa sakit fisik atau cedera yang dialaminya."

Kepolisian Singapura telah mengidentifikasi pelaku dan masih menjalankan penyelidikan untuk menetapkan fakta hukum terkait penganiayaan ini.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan membiarkan proses penyelidikan berjalan sesuai prosedur.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: lansia penganiayaan Singapura
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author