Presiden Prabowo Subianto Meresmikan Pemugaran Stasiun Semarang Tawang
Presiden Prabowo Subianto meresmikan pemugaran bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang di Jawa Tengah pada Kamis, 30 Juli 2026. Kepala Negara mengenang peran historis stasiun tersebut yang kerap digunakan oleh Presiden Pertama RI Sukarno dalam menjalankan tugas negara, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
"Saudara-saudara, sejarah mencatat bahwa Presiden Republik Indonesia yang pertama menggunakan stasiun ini untuk berangkat ke daerah-daerah lain untuk menjalankan tugas negara di awal kemerdekaan," kata Prabowo Subianto, Presiden RI.
Pemugaran fasilitas bernilai sejarah tinggi ini dinilai penting guna menjaga kenangan masa lalu bangsa. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menekankan pentingnya perawatan seluruh situs bersejarah.
"Karena itu, menjaga, melestarikan Stasiun Tawang ini tidak hanya menjaga dan melestarikan satu bangunan, tapi juga menjaga identitas dan menjaga memori dan perjalanan sejarah kita," ujar Prabowo Subianto, Presiden RI.
Langkah cepat PT KAI dalam menindaklanjuti arahan pemugaran sejak tahun sebelumnya turut mendapat apresiasi langsung dari Presiden. Upaya ini dinilai sebagai respon sigap BUMN tersebut dalam mengamankan cagar budaya nasional.
"Kita ucapkan terima kasih kepada Dirut KAI yang mengambil langkah-langkah cepat tanggap," kata Prabowo Subianto, Presiden RI.
Pengerjaan renovasi cagar budaya tahap awal ini dirampungkan oleh PT KAI Daop 4 Semarang dalam rentang waktu 240 hari, mulai 5 Mei hingga 30 Desember 2025. Proyek tersebut menjadi langkah awal KAI untuk mengembalikan tampilan fasad Stasiun Tawang sesuai rancangan arsitek Belanda Sloth-Blauwboer yang dibangun NISM sejak 1911 hingga 1914.
Status Stasiun Tawang sebagai cagar budaya berpedoman pada Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.57/PW007/MKP/2010. Pelaksanaan restorasi melibatkan para ahli cagar budaya agar tetap selaras dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.