Presiden Prabowo Fokus Eksekusi dan Restrukturisasi dalam Pidato 2026

Share

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Jakarta, Jumat (14/8/2026). Pidato ini menekankan pelaksanaan kebijakan, restrukturisasi, dan penciptaan nilai tambah ekonomi.

Pemerintah menyampaikan capaian swasembada delapan komoditas pangan utama dan pelaksanaan B50 yang menghemat devisa negara sebesar Rp170 triliun. Restrukturisasi BUMN juga dilakukan dengan menutup 290 entitas yang tidak produktif dari total 1.074 BUMN, serta memproyeksikan dividen BUMN mencapai Rp200 triliun tanpa penyertaan modal negara.

Presiden Prabowo menjelaskan bahwa PT Danantara Sumber Daya Indonesia menjalankan fungsi pengawasan ekspor melalui mekanisme satu pintu, mengelola devisa ekspor senilai 14 miliar dollar AS dalam dua bulan serta mengidentifikasi potensi tambahan devisa sebesar 5 miliar dollar AS.

"Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas utama, yaitu beras, jagung, gula, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit," ujar Presiden Prabowo.

Pidato ini juga menyoroti pelaksanaan 121 kebijakan transformatif dan penegakan hukum yang berkontribusi pada peningkatan kinerja ekonomi, seperti penertiban 1.000 tambang ilegal yang meningkatkan laba PT Timah sebesar 900 persen menjadi Rp2,7 triliun.

Pidato 2026 menunjukkan pergeseran dari fokus pidato 2025 yang lebih menekankan efisiensi birokrasi dan penyelamatan aset ke arah percepatan eksekusi kebijakan dan transformasi ekonomi.

"Pada tahun pertama pemerintahan, kami menekankan penghentian pemborosan dan kebocoran. Kini kami fokus mengelola sumber daya negara agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar dan memperkuat kemandirian nasional," kata Presiden Prabowo.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author