Presiden Lebanon Peringatkan Iran Terkait Urusan Dalam Negeri

Share

Presiden Lebanon Joseph Aoun memperingatkan Iran agar tidak mengintervensi urusan internal negaranya dalam sebuah wawancara dengan CNN yang disiarkan pada Senin (8/6/2026) waktu setempat. Penegasan tersebut disampaikan karena Teheran dituduh merusak stabilitas Lebanon demi agenda sepihak.

Kritik tajam terhadap keterlibatan asing tersebut dilaporkan oleh Al Arabiya dan dilansir dari Detikcom. Dalam tayangan bagian kedua dari wawancara yang dilakukan sejak Jumat lalu itu, pemimpin Beirut tersebut menyampaikan pesan keras kepada Teheran.

"Negara-negara lain mencoba membantu kami, tetapi Anda tidak mencoba membantu kami. Anda menghancurkan negara ini demi kepentingan Anda sendiri," kata Joseph Aoun mengacu ke Iran, dalam sebuah wawancara dengan CNN, seperti dilansir Al Arabiya, Selasa (9/6/2026).

Pemerintah Lebanon tetap berkeinginan membina hubungan diplomatik yang sehat dengan Iran. Walau demikian, pemeliharaan hubungan tersebut wajib dilandasi oleh sikap saling menghormati kedaulatan masing-masing pihak tanpa adanya penyusupan pengaruh.

"But remember, Lebanon is a sovereign country, and has a sovereign government. You want to talk to us, you are welcome, but you cannot interfere," ujar Joseph Aoun, Presiden Lebanon.

Selain membahas intervensi Iran, mantan komandan Angkatan Bersenjata Lebanon tersebut memaparkan arah kebijakan luar negerinya dengan negara tetangga. Hubungan damai jangka panjang menjadi prioritas utama yang ingin dicapai oleh otoritas Beirut.

Keinginan untuk mengakhiri permusuhan secara permanen dengan Israel ditegaskan oleh Joseph Aoun. Pihaknya menyatakan siap dan berkomitmen penuh untuk menempuh jalur diplomasi sebagai solusi konflik.

"Apakah Anda bersedia? Jika ya, mari kita duduk dan bicara," kata Joseph Aoun.

Solusi berbasis militer dinilai tidak akan pernah bisa menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Kendati demikian, rencana pertemuan langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum akan dilakukan dalam waktu dekat.

Pertemuan dengan pemimpin Israel hanya akan terjadi setelah kesepakatan penghentian perang resmi tercapai. Saat ini, skema hubungan yang sedang digodok kedua negara cenderung mengarah pada kesepakatan non-agresi, bukan pakta perdamaian menyeluruh.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author