Presiden Iran Pezeshkian Ungkap Kondisi Kesehatan Mojtaba Khamenei
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei berada dalam kondisi sehat secara fisik sepenuhnya setelah keduanya menggelar pertemuan tertutup selama tujuh jam, seperti dilansir dari Detikcom pada Rabu (12/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons rumor yang beredar mengenai memburuknya kesehatan Mojtaba. Pertemuan panjang antara kedua pejabat tinggi tersebut berfokus membahas berbagai persoalan strategis dan tantangan nasional yang sedang dihadapi oleh Iran.
Masoud Pezeshkian menjelaskan pertemuannya dengan pemimpin tertinggi negara tersebut mencakup pembahasan mengenai isu-isu penting nasional.
"Kami telah bertemu dengan Pemimpin Revolusi dan membahas berbagai macam persoalan. Secara fisik, dia dalam keadaan sehat sepenuhnya," kata Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Pezeshkian menuturkan bahwa dalam diskusi tersebut, ia menyampaikan sejumlah poin krusial yang langsung ditanggapi oleh Mojtaba.
"Dia memberikan arahan, dan saya menyampaikan berbagai kekhawatiran dan permasalahan. Dia mendengarkan apa yang saya sampaikan dengan tenang," ucap Pezeshkian.
Selain membahas kondisi fisik Pemimpin Tertinggi, Presiden Iran juga mengungkapkan imbauan utama yang disampaikan Mojtaba dalam pertemuan tersebut.
"Menjaga persatuan dan kebersamaan merupakan nasihat terpenting yang ditekankan oleh Pemimpin Tertinggi Revolusi," sebut Pezeshkian.
Pembahasan dalam dialog tujuh jam itu turut mencakup masalah ekonomi dan dampak dari tekanan luar negeri terhadap masyarakat Iran.
Pertemuan tersebut berfokus membahas penghidupan masyarakat, lapangan kerja, dan perumahan, serta "masalah-masalah yang diakibatkan oleh sanksi-sanksi", tambah Pezeshkian.
Sebelum kemunculan kabar pertemuan ini, media lokal Mehr News Agency merilis rekaman video langka pada Minggu (9/8/2026) yang menampilkan Mojtaba sedang berbincang dengan sejumlah orang di lokasi yang tidak disebutkan.
Mojtaba terpilih menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang gugur bersama beberapa anggota keluarga akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Sejak menjabat pada awal Maret 2026, Mojtaba belum pernah tampil langsung di hadapan publik dan tidak menghadiri prosesi pemakaman ayahnya bulan lalu.