Presiden Iran Bantah Rumor Renggang dengan Mojtaba Khamenei

Share

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengonfirmasi bahwa jalur komunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei terasa sangat sulit saat ini, meskipun ia menegaskan hubungan serta koordinasi antar pimpinan tetap berjalan produktif. Hingga awal Agustus 2026, Mojtaba Khamenei belum pernah tampil di depan publik sejak diangkat menjadi Pemimpin Tertinggi pada 8 Maret 2026 untuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari. Kondisi tersebut memicu berbagai spekulasi mengenai keretakan hubungan di internal pejabat Teheran. Pezeshkian memberikan klarifikasi mengenai situasi komunikasi serta dukungannya terhadap kepemimpinan Mojtaba di tengah tekanan konflik bersenjata dan sanksi internasional.

"Sangat sulit untuk berkomunikasi dengannya saat ini, namun bagaimanapun juga, keberadaannya merupakan sumber kekuatan yang sangat besar bagi kami untuk terus melangkah," kata Pezeshkian seperti dilansir AFP.

Ia menepis anggapan pihak luar mengenai sosok sang Pemimpin Tertinggi dan menyayangkan berbagai tuduhan yang beredar di media. "Sayangnya, situasi saat ini memungkinkan pihak-pihak yang berniat buruk untuk menggambarkan sosoknya secara berbeda dan menampilkan citra yang keliru tentang dirinya," ucap Pezeshkian.

Selain memberikan penjelasan mengenai Pemimpin Tertinggi, Pezeshkian juga membantah rumor yang menyebutkan bahwa dirinya berencana mengundurkan diri dari jabatan presiden akibat tekanan politik dalam negeri. "Konflik, baik di area sekitar, kota, negara, maupun antar negara, merupakan penyakit yang muncul," ucap Pezeshkian saat berbicara kepada media pemerintah Iran seperti dilansir Iran International.

Pezeshkian menekankan komitmennya untuk mempertahankan kedaulatan wilayah Iran tanpa berniat memperluas eskalasi pertempuran lebih jauh. "Kami akan mempertahankan perbatasan kami, namun kami tidak berniat memperluas perang ataupun melanjutkannya," tegas Presiden Iran tersebut. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan nasional guna menangkal pengaruh musuh asing yang ingin merusak stabilitas negara.

"Di tengah situasi ini, kita harus berupaya membangun masyarakat yang sehat, agar musuh tidak tergoda untuk menyusup, merusak tatanan sosial kita, dan menghancurkannya," cetusnya.

Menanggapi kabar mengenai surat pengunduran diri yang diisukan telah diserahkan, Pezeshkian memberikan kepastian mengenai posisinya. "Kami berkoordinasi sepenuhnya dengan pasukan militer. Saya tidak akan mundur, dan saya akan tetap teguh," kata Pezeshkian dalam wawancara tersebut. Ia mengakhiri pernyataannya dengan menegaskan bahwa segala bentuk keputusan resmi terkait jabatannya akan disampaikan langsung secara terbuka kepada publik.

"Jika saya mundur, saya akan mengumumkannya secara resmi," imbuhnya.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung antara pihaknya dengan pihak Amerika Serikat. "Kami tidak sedang melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat," tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam konferensi pers.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author