by

Presentase Menurun, Tapi Pandemi Aktif di 12 Daerah

Satuan Tugas atau Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan persentase kasus aktif virus corona secara nasional terus menurun. Hingga Jumat (23/10), kasus aktif di Indonesia mencapai 63.733 orang.

Jumlah tersebut sebesar 16,7% dari kasus terkonfirmasi. Persentase kasus aktif di Indonesia pun lebih rendah dari angka dunia yang mencapai 21,9%.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan secara persentase, kasus aktif terus turun dari Maret 2020 sebesar 91,26% menjadi sebesar 16,7% pada hari ini.

Baca Juga  Pilkada Jangan Sampai Ada Klaster Baru, Zaiful Bokhari: Yakin Kita Bisa!

Meski begitu, jumlah kasus aktif masih cukup tinggi. Wiku pun berharap kasus aktif terus turun dan ditekan hingga tak ada kasus aktif sama sekali. Caranya dengan meminimalisir penularan Covid-19.

”Seluruh lapisan masyarakat dapat berkontribusi dalam menekan penularan dengan disiplin pakai masker, jaga jarak dan hindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun di air mengalir,” ujar Wiku.

Di sisi lain, ada Kabupaten/kota yang memiliki jumlah kasus aktif di atas 1.000.

Baca Juga  Catat Rekor Tertinggi, Sampai Kapan Wabah Virus Corona Berhenti

Kedua belas daerah terdiri dari Kabupaten Bekasi sebesar 1.039 orang, Jakarta Pusat 1.211 orang, Jakarta Utara 1.343 orang, dan Kota Bekasi 1.410 orang.

Kemudian, Kabupaten Bogor sebesar 1.484 orang, Kota Depok 1.897 orang, Jakarta Selatan 1.952 orang, dan Kota Jayapura 1.959 orang.

Selanjutnya, Jakarta Barat sebesar 2.023 orang, Jakarta Timur 2.781 orang, Kota Padang 2.816 orang, dan Kota Pekanbaru 2.909 orang.

Baca Juga  Alhamdulillah Kasus Sembuh Terus Meningkat

Wiku menyebut kabupaten/kota tersebut memiliki kasus aktif di atas 1.000 selama berminggu-minggu. Oleh karena itu, Wiku meminta pemerintah daerah menegakkan protokol kesehatan.

”Dimohon Pemda dari 12 kabupaten/kota tersebut bekerja keras menekan angka kasus aktif dengan tegas mengawasi kedisiplinan masyarakatnya dalam melaksanakan protokol kesehatan, utamanya dalam sektor-sektor ekonomi dan sosial yang sudah berjalan,” jelasnya. (man/tap)

 

Baca Juga