Prancis Tekuk Irlandia Utara 3-1 dalam Uji Coba Piala Dunia

Share

Tim nasional Prancis sukses menundukkan Irlandia Utara dengan skor 3-1 dalam pertandingan uji coba terakhir di Stadion Lille pada Senin malam waktu setempat sebelum berlaga di Piala Dunia 2026.

Kemenangan skuad asuhan Didier Deschamps ini dipastikan melalui torehan tiga gol atau hat-trick dari penyerang Michael Olise, sementara Irlandia Utara sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Patrick Kelly.

Hasil positif dalam laga pemungas ini menjadi momentum kebangkitan Les Bleus setelah pada pertandingan sebelumnya menelan kekalahan mengejutkan dari Pantai Gading.

Michael Olise membuka keunggulan Prancis pada menit ke-43 melalui tendangan kaki kanan keras memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti yang sempat membentur tiang gawang sebelah kanan.

Olise kemudian menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-74 lewat sepakan rendah kaki kiri akurat ke sudut bawah tiang gawang setelah menerima operan di tengah kotak penalti.

Irlandia Utara sempat memperkecil kedudukan menjadi 2-1 pada menit ke-64 melalui serangan balik cepat yang dipimpin Shea Charles sebelum diselesaikan oleh Patrick Kelly dari jarak dekat.

Prancis mengunci kemenangan menjadi 3-1 pada menit ke-83 setelah Olise melepaskan tembakan melengkung kaki kiri dari luar kotak penalti ke pojok kiri atas gawang memanfaatkan umpan matang Malo Gusto.

Penyerang Ousmane Dembélé memberikan tanggapan mengenai skema lini serang Prancis yang dinilai sempat kesulitan untuk saling menemukan posisi di lapangan.

"On a très bien négocié ce deuxième match. Je suis content de l’animation et du jeu court, on dézone beaucoup. C’est très bien, on essaie d’être prêts", kata Ousmane Dembélé, Penyerang Timnas Prancis kepada TF1.

Dembélé juga mengomentari perubahan posisinya yang kini bermain lebih ke tengah dalam taktik rotasi intensif yang diterapkan oleh tim.

"On change beaucoup, ça a pas beaucoup d’importance, le plus important c’est de garder une position", ujar Ousmane Dembélé, Penyerang Timnas Prancis.

Sementara itu, pelatih Didier Deschamps memilih untuk tetap membumi dan mengabaikan status favorit demi menjaga fokus penuh anak asuhnya menjelang laga pembuka grup melawan Senegal.

"J'ai conscience qu'on a une équipe à gros potentiel. Il faudra être prêt le 16 parce qu'on aura du répondant face à nous. De par notre groupe il faudra être prêt tout de suite mais on le sait", kata Didier Deschamps, Pelatih Timnas Prancis kepada TF1.

Prancis tergabung dalam grup berat bersama Senegal, Irak, dan Normandia sehingga dituntut langsung tampil maksimal sejak awal turnamen.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author