Prancis Minta Turis Tidak Batalkan Liburan Akibat Kebakaran Hutan

Share

Pemerintah Prancis mengimbau para wisatawan internasional untuk tidak membatalkan rencana perjalanan musim panas ke wilayahnya meski terjadi kebakaran hutan hebat di beberapa daerah. Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Kemitraan Internasional Prancis, Eleonore Caroit pada Selasa (4/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

Hingga saat ini, bencana kebakaran hutan telah memaksa sekitar 141 ribu warga dan turis dievakuasi dari wilayah Gironde dan Landes. Pemerintah menerjunkan personel militer dan mengevakuasi ribuan warga di pinggiran Bordeaux. Prancis juga mengaktifkan European Civil Protection Mechanism untuk menerima bantuan pesawat pemadam dari Kroasia dan Portugal, serta helikopter Black Hawk dari Republik Ceko dan Slovakia. Sementara itu, Spanyol turut mengalami kebakaran yang melahap lebih dari 25 ribu hektare lahan di sekitar Madrid.

Caroit memberikan gambaran mengenai keparahan bencana yang sedang dihadapi oleh negaranya pada musim panas ini.

"Ini bukan sekadar insiden, melainkan sebuah tragedi. Tahun ini hampir 50 ribu hektare lahan telah terbakar, kondisinya jauh lebih buruk dibandingkan tahun lalu, bahkan lebih parah daripada 2022 yang sebelumnya menjadi tahun terburuk bagi kami," ungkap Caroit.

Kendati demikian, ia memastikan bahwa mayoritas wilayah destinasi wisata di Prancis masih berada dalam kondisi aman dan beroperasi normal.

"Saya berada di Paris dan di sini tidak terjadi apa-apa, sebagian besar wilayah Prancis juga baik-baik saja. Jadi silakan datang ke Prancis dan jangan membatalkan rencana perjalanan Anda," jelasnya.

Ia mengingatkan agar para pelancong yang berkunjung tetap meningkatkan kewaspadaan selama berlibur.

"Namun, di mana pun berada, pastikan selalu mengikuti perkembangan situasi di lokasi tujuan," Caroit menegaskan.

Di samping mengimbau para turis, Caroit menekankan bahwa rentetan peristiwa kebakaran ini merupakan alarm keras terkait krisis iklim global.

"Kondisi seperti ini juga terjadi di banyak negara. Dampak perubahan iklim kini terlihat nyata, kita harus menganggap persoalan ini dengan serius dan Prancis telah menginvestasikan jutaan euro, tetapi ternyata itu masih belum cukup," lengkapnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author