Prancis Janjikan Rudal Pencegat Baru untuk Perkuat Pertahanan Ukraina
Prancis berkomitmen mengirimkan sistem rudal pencegat baru ke Ukraina guna menangkal peningkatan intensitas serangan Rusia yang memicu lonjakan tewasnya puluhan warga sipil. Komitmen bantuan militer tersebut disampaikan di tengah eskalasi konflik yang kian meluas.
Seperti dilansir dari Detikcom pada Sabtu (23/8/2026), serangkaian serangan udara malam hari menyebabkan sedikitnya 13 orang tewas di wilayah Ukraina, Rusia, dan Crimea. Insiden ini terjadi saat evakuasi korban serangan drone di Kryvyi Rig yang menewaskan 16 orang masih berlangsung.
Para sekutu yang tergabung dalam Coalition of the Willing pimpinan Prancis dan Inggris dijadwalkan menggelar pertemuan pada Senin guna membahas opsi penekanan terhadap Moskow. Sementara itu, mediasi diplomatik Amerika Serikat terhambat akibat fokus Washington yang terbagi oleh konflik lain.
Langkah penguatan pertahanan udara ini diumumkan secara langsung oleh pemimpin Prancis demi membendung agresi balistik Rusia yang kerap menyasar ibu kota Kyiv dalam hitungan menit.
"Sangat penting untuk menyediakan Ukraina dengan semua sarana yang diperlukan untuk mempertahankan wilayah udaranya dan menggagalkan agresi ini," kata Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Gempuran rudal balistik berkecepatan tinggi yang intensif dalam beberapa bulan terakhir memangkas waktu evakuasi warga sipil Kyiv menuju ruang perlindungan bawah tanah. Pertemuan koalisi mendatang diproyeksikan menjadi penentu arah bantuan pertahanan udara selanjutnya.